Harum Cookies, Resep Premium Dari Dapur Rumah

  • 24 Jan 2026 11:46 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun: Bisnis kue kering kerap identik dengan momen Lebaran. Namun bagi Harum Cookies, usaha ini bukan sekadar musiman. Brand bakery rumahan milik Erlinda Harum Ramadhan ini justru tumbuh dari proses panjang, penuh coba-coba, kegagalan, hingga akhirnya menemukan ritme produksi yang pas.

Harum Cookies berdiri sejak 2019, saat Erlinda masih duduk di bangku SMK. Berawal dari kegemarannya mencoba resep-resep baru di dapur, ia mulai membuat kue kering seperti nastar dan kue kacang untuk konsumsi pribadi. Tanpa latar belakang kuliner, semua dipelajari secara otodidak melalui YouTube, TikTok, hingga berbagai sumber di media sosial.

Respons positif dari keluarga dan kerabat membuat Erlinda memberanikan diri menjual produknya. Ia mulai memasarkan Harum Cookies lewat WhatsApp dan menitipkannya ke toko-toko di sekitar rumah. Namun, pengalaman pahit sempat dialami di awal usaha. Tekstur cookies yang lembut membuat kue mudah remuk ketika sering disentuh pembeli di toko.

“Jadi kita distribusikan ke toko-toko langsung dekat rumah itu juga nggak langsung terjual gitu,. Karena di toko itu kan juga banyak pesaingnya. Jadi rotinya remuk di toko tapi enggak

ada yang beli gitu, Sudahlah enggak apa-apa kan.” ujar Erlinda saat ngobrol di Pro 2 RRI Madiun.

Alih-alih menyerah, Erlinda mengubah strategi. Ia fokus ke sistem pre-order dan penjualan online. Perlahan, kepercayaan pelanggan mulai terbentuk. Puncaknya terjadi saat Ramadan dan Lebaran, ketika permintaan cookies meningkat drastis. Bahkan, jumlah pesanan pernah mencapai ratusan toples.

“Lebaran ternyata PO-nya itu lebih banyak jadi kita enggak ke setor ke toko-toko. Bahkan saya Stop sampai 100an psc karena gak ada tenaga” Jelasnya

Menariknya, di luar musim Lebaran, Harum Cookies tetap produktif. Erlinda memproduksi snack box, jajanan pasar basah dan kering, serta membuka PO roti tertentu setiap akhir pekan. Dengan begitu, bisnis tetap berjalan sepanjang tahun, tidak hanya bergantung pada momen hari raya.

“Jadi, Ramadan dan lebaran, permintaan sangat tinggi. Tapi ketika di luar dari hari tersebut itu biasanya kita memproduksi snackbox, terus jajanan pasar seperti itu. Jadi, nama Harum Bukis ini tidak berhenti ketika ada hari raya aja gitu. Produksi tetep jalan” Ucapnya tersenyum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....