Nasi Bento Rp10.000 Ala @sarapan10kmadiun Milik Dewi
- 25 Des 2025 14:33 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Berbekal kreativitas dan kegigihan, Dewi, pemilik akun Instagram dan TikTok @sarapan10kmadiun, sukses menarik perhatian masyarakat lewat usaha nasi bento seharga Rp10 ribu. Usaha kuliner ini telah ia jalani sejak Juli 2025 dan kini menjadi salah satu pelopor nasi bento ekonomis di Kota Madiun.
Dewi merupakan lulusan Sarjana Seni Lukis yang sempat bekerja di bidang cake decoration. Awalnya, ia berencana membuka usaha kuliner bersama temannya. Namun, rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Dari situ, Dewi memutuskan untuk melangkah sendiri dan membangun usaha nasi bento dengan konsep praktis dan terjangkau.
Setiap hari, Dewi membuka lapak di Lapangan Gulun, Kota Madiun, mulai pukul 05.30 hingga 10.00 WIB. Nasi bento buatannya dijual dengan harga seragam Rp10 ribu dan menyasar pekerja serta pelajar yang membutuhkan menu sarapan atau bekal praktis. Menu dasar nasi bento tersebut terdiri dari ayam katsu, salad sayur, serta beragam varian saus.
“Kadang-kadang juga kita pakai tin wall gitu. Semua 10K. Bisa juga diskusi budget. Kalau mau budget yang lebih juga bisa,” jelas Dewi saat siaran Obrolan Entrepreneur Muda PRO 2 RRI Madiun.
Konsep bento dipilih Dewi karena dinilai lebih praktis dibawa sebagai bekal dan memiliki tampilan yang menarik. Seluruh proses, mulai dari memasak hingga pemasaran, ia kerjakan sendiri. Meski keuntungan di awal tidak besar, Dewi tetap optimistis usahanya dapat bertahan dan berkembang.
“Kalau bisnis kan kita tetap menghitung labanya. Awalnya banyak pertimbangan, tapi sebelum mulai saya coba dulu masak, hitung-hitung. Ternyata masih ada untung meskipun enggak banyak, tapi alhamdulillah jalan sampai sekarang,” ungkapnya.
Seiring berjalannya waktu, usaha nasi bento Dewi berkembang menjadi layanan katering. Selain berjualan di lapak, ia kini melayani berbagai pesanan. Dalam sehari, Dewi mampu menjual sekitar 50 porsi nasi bento, di luar pesanan katering. Untuk katering, ia melayani pesanan minimal 10 porsi dengan harga yang dapat disesuaikan.
“Mau yang tetap 10K atau menyesuaikan. Karena kadang kalau request menu, misalnya ayam pakai telur, ya enggak bisa 10K juga,” jelasnya.
Keputusan banting setir dari dunia seni ke bisnis kuliner sempat membuat Dewi khawatir. Namun, kerja kerasnya dalam belajar memasak dan manajemen bisnis perlahan membuahkan hasil. Strategi pemasaran melalui media sosial terbukti efektif, terutama saat konten nasi bentonya masuk For You Page (FYP).
Selain mengelola akun @sarapan10kmadiun, Dewi juga bekerja sama dengan kreator konten kuliner untuk memperluas jangkauan pasar.
“Namanya terjun di dunia F&B pasti ada was-was. Tapi setelah jalan, ternyata bukan cuma balik modal, tapi juga balik untung,” tuturnya.
Meski usahanya kini laris manis, Dewi belum berniat membuka kemitraan. Ia memilih fokus mengembangkan bisnisnya di tengah persaingan yang semakin ketat. Harapannya, kualitas produk tetap terjaga dan kelak bisa mewujudkan impian membuka restoran sendiri.
“Saya belum terima mitra dulu karena ingin fokus mengembangkan ini. Penginnya katering tetap jalan, dan insyaallah suatu saat bisa buka restoran sendiri,” pungkas Dewi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....