Strategi Campina Menghadapi Chainstore Dari Produk Asing

  • 18 Des 2025 08:29 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Di tengah lanskap ekonomi yang menantang dan perubahan perilaku konsumen di Asia Tenggara, raksasa es krim lokal Indonesia, PT Campina Ice Cream Industry, Tbk. (CAMP), memilih jalur ketahanan merek dibandingkan mengikuti tren ekspansi ritel fisik yang agresif. Dalam paparan publik yang dilaksanakan secara virtual pada Senin, 15 Desember 2025, manajemen perusahaan menegaskan komitmennya untuk mempertahankan pangsa pasar melalui kualitas produk daripada membangun jaringan gerai berantai (chainstore) sendiri.

Presiden Direktur Campina, Samudera Prawirawidjaja, menanggapi pertanyaan kritis dari investor mengenai strategi perusahaan dalam membendung dominasi pemain asing yang kini menjamur di kota-kota besar Indonesia. Menurut Samudera, fenomena popularitas gerai es krim asing saat ini merupakan refleksi dari melambatnya pertumbuhan ekonomi yang membuat konsumen menjadi sangat sensitif terhadap harga.

Baca juga: Alasan Laba ROTI Terjun 45% di Kuartal III

"Untuk chainstore, saat ini kami belum memiliki rencana untuk membuka strategi tersebut, karena kami menilai bahwa bisnis yang kami jalani dengan bisnis chainstore dari asing merupakan jenis bisnis yang berbeda," tegas Samudera dalam sesi tanya jawab tersebut. Ia menambahkan bahwa kualitas es krim yang ditawarkan di gerai-gerai cepat saji asing tersebut memiliki karakteristik yang berbeda dengan standar produk Campina.

Alih-alih beralih ke model bisnis waralaba gerai fisik, perusahaan yang telah beroperasi selama 53 tahun ini akan melipatgandakan taruhannya pada segmen premium. Perusahaan melihat adanya peluang pertumbuhan yang signifikan pada kategori Family Pack dan produk-produk premium lainnya seiring dengan prediksi penguatan fundamental ekonomi Indonesia pada tahun 2026.

Baca juga: Strategi Diversifikasi BUMI Untuk Menghindari Ketergantungan Batu Bara

Secara operasional, Direktur Penjualan dan Pemasaran, Adji Anjono Purwo, menjelaskan bahwa efisiensi akan menjadi kunci utama. Campina berencana untuk memperluas jangkauan ke kota-kota sekunder di seluruh Indonesia dengan memanfaatkan fasilitas distribusi yang sudah ada guna menekan biaya tetap (fixed cost). Strategi ini dirancang untuk melindungi margin keuntungan yang sempat mengalami tekanan pada kuartal ketiga tahun 2025.

Dengan pendekatan yang memprioritaskan integritas produk di atas ekspansi fisik yang mahal, Campina bertaruh bahwa konsumen pada akhirnya akan kembali pada kualitas. "Kualitas merupakan esensi dari es krim Campina," tutup Samudera, menandakan bahwa di pasar yang semakin sesak, loyalitas merek lokal tetap menjadi aset terkuat perusahaan.


Disclaimer: bukan ajakan jual/beli.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....