Owner Richtea: Gak Pegang Duit, Tapi Banyak Cabang
- 16 Okt 2025 16:17 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Bertemu di bisnis online kosmetik pada 2018, Krysna dan Bias melanjutkan kerja sama membangun bisnis konvensional bersama. Bekerja sama selama empat tahun, pada 2022, mereka merencanakan membangun bisnis lain yaitu es teh. Keputusan itu mereka sepakati berdasar riset pasar bahwa peminat teh cukup banyak.
"Sepertinya banyak peminat dan timeless juga", ungkap Krysna saat siaran Obrolan Entrepreneur Muda PRO 2 Madiun.
Bisnis minuman mereka namai Richtea karena campuran beberapa teh. Dikemas ulang untuk menarik pelanggan, khususnya pelanggan muda. Richtea menyediakan varian minuman dingin dan hangat yang dibanderol Rp5000 hingga Rp12.000.
"Ala ala di caffe tapi harga kaki lima", lanjut Bias.
Hobi kuliner dan memasak, menjadi alasan kedua dosen ini menjalankan bisnis sampingan yang makin berkembang ini. Awal jualan, mereka berdua menggunakan meja kayu lipat yang bongkar pasang. Seiring waktu mereka memanfaatkan rombong beroda, dan kini Richtea memiliki beberapa cabang dengan stand/ lapak semi permanen dengan lima karyawan. Selain empat cabang, mereka juga membuka kemitraan sekitar Rp10 juta bagi yang berminat mengelola bisnis serupa tanpa harus membangun brand dari awal.
"Kami gak pegang duit, tapi pegang banyak cabang", ungkap Bias dengan tawa.
Omzet dari berjualan minuman yang sudah berlipat, mereka gunakan untuk mengembangkan bisnis kuliner. Kini mereka menjual chinese dimsum dengan merk dagang Richbites sebagai pengembangan bisnis. Dimsum ayam udang yang kaya rasa, mereka jual Rp3.000 per biji.
"Krysna ini kalau bikin sesuatu itu enak. Ya udah dibisnisin aja", ucap Bias menggoda partnernya.
Walau sebagian orang menganggap bisnis minuman merupakan usaha yang relatif mudah dijalankan, Bias mengatakan, memulai usaha tidak bisa sekedar aji mumpung. Perencanaan dan riset pasar sangat diperlukan, di samping persiapan modal yang memadai.
Untuk memulai bisnis minuman dengan berbagai varian, mereka mengaku menyiapkan modal sekitar 7-10 juta. Diperlukan konsistensi, barulah dalam 3-4 bulan keuangan mulai stabil. Sebagai salah satu strategi marketing, mereka memberikan promo sebagai reward bagi pelanggan setia tiap periode tertentu.
Tantangan lain dalam menjalankan bisnis yang melibatkan dua orang atau lebih adalah komitmen dan kedisiplinan. Bias menambahkan, dalam menjalankan bisnis bersama perlu menekan ego masing-masing dan saling mengerti. Sementara, keuntungan menjalankan bisnis bersama adalah adanya partner yang saling mendukung dalam berbagai situasi.
"Enaknya join bisnis itu ada dua kepala yang mikir dan saling support. Bukan hanya menjalankan, tapi juga kita nikmati bisnisnya", pungkas Bias.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....