Mengenal Green Accounting dan Manfaatnya untuk Perusahaan
- 06 Okt 2025 15:29 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Green Accounting atau akuntansi hijau adalah konsep akuntansi baru yang muncul karena perhatian terhadap lingkungan hidup semakin meningkat. Konsep ini lahir dari kesadaran bahwa usaha yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada keuntungan ekonomi, tetapi juga pada perhatian terhadap lingkungan alam.
Dosen di Program Studi Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Madiun, Haris Wibisono, menjelaskan perusahaan perlu memperhatikan adanya isu lingkungan agar usahanya bisa berlanjut. Menurutnya, sumber daya alam yang banyak dieksploitasi bisa rusak bahkan punah, sehingga perlu dikembalikan agar keberlanjutan bisa terjaga untuk generasi mendatang.
“Perusahaan mulai merespon bahwa dia harus ada keberpihakan dalam hal pemeliharaan lingkungan. Untuk bisa menjaga lingkungan, perusahaan mulai mengeluarkan aktivitas yang memerlukan biaya. Biaya-biaya aktivitas terkait untuk menjaga lingkungan ini dilaporkan dalam green accounting,” ujar Haris, Senin (6/10/2025).
Haris menambahkan manfaat green accounting justru sangat luas, tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga untuk kelangsungan usaha itu sendiri. Perusahaan yang peduli lingkungan dinilai lebih berkelanjutan karena telah menunjukkan tanggung jawab sosial yang kuat.
Ia juga menegaskan bahwa green accounting menjadi krusial karena menunjukkan komitmen perusahaan untuk memperbaiki dan memelihara alam. Haris menegaskan, green accounting menjadi krusial karena menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperbaiki dan memelihara lingkungan. Perusahaan yang peduli lingkungan menjadi lebih diterima bagi masyarakat, meningkatkan profit, dan membuat perusahaan lebih dipercaya investor untuk investasi jangka panjang.
Sementara itu, Intan Immanuela, dosen Akuntansi UKWMS Kampus Madiun lainnya, perusahaan yang sudah menerapkan green accounting dapat terlihat dari laporan keuangannya.
"Perusahaan utamanya kalau sudah go public itu harus mempublish laporan keuangan di bursa efek indonesia. Kita bisa lihat laporan keuangannya disitu. Apakah ada biaya-biaya kaitannya dengan lingkungan seperti yang dicontohkan tadi. Jadi unsur-unsur biaya yang kaitannya dengan lingkungan atau aktivitas-aktivitas perusahaan yang berdampak ke lingkungan pasti akan kelihatan di laporan keuangannya," ungkapnya.
Intan juga menambahkan meski belum memiliki data pasti, ia optimis bahwa tren ke depan investor akan lebih memilih berinvestasi pada perusahaan yang lebih peduli terhadap lingkungan. Menurutnya, investor tidak hanya melihat profit namun juga keberlanjutan bagi generasi selanjutnya maupun perusahaan itu sendiri.
Baik Haris maupun Intan sepakat bahwa green accounting merupakan konsep akuntansi modern yang penting untuk keberlanjutan perusahaan. Dengan menerapkan green accounting, perusahaan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, masyarakat, dan keberlangsungan usahanya, sekaligus tercermin dalam laporan keuangan. Hal ini membuat perusahaan lebih bernilai dan menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya. (UF)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....