Jamu Bukan Sembarang Jamu: Jamu Dari Tangan Ibu

  • 22 Sep 2025 17:02 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Di tengah tren gaya hidup sehat yang semakin digemari, minuman tradisional Indonesia seperti jamu kembali naik daun. Namun, berbeda dari kesan lama yang identik dengan rasa pahit dan kemasan konvensional, kini jamu hadir dalam tampilan yang lebih modern dan praktis. Para pelaku UMKM pun tak tinggal diam, mereka berinovasi menghadirkan jamu kekinian yang tak hanya menyehatkan, tapi juga menarik minat generasi muda. Salah satunya adalah Revia Mike N, pemilik usaha "Jamu dari Tangan Ibu", yang menggabungkan resep warisan keluarga dengan sentuhan kreatif masa kini.

Revia mengungkapkan bahwa bisnis jamu ini bermula dari masa pandemi pada tahun 2020. Saat itu, orang tuanya di kampung halaman dan mendapati bahwa sang ibu memiliki berbagai resep jamu tradisional yang kerap dibuat untuk keluarga sejak dulu. “Awalnya saya hanya buat untuk konsumsi pribadi dan keluarga, tapi karena banyak teman yang minta dibuatkan juga, akhirnya saya pikir, kenapa tidak dijadikan usaha saja? Resepnya pun dari ibu saya, jadi nama ‘Jamu dari Tangan Ibu’ itu saya pilih sebagai bentuk penghormatan,” ungkap Revia, Senin, (22/9/2025).

Keunikan lain dari usaha Revia terletak pada sumber bahan bakunya. Ia mengandalkan hasil panen dari kebun peninggalan neneknya yang selama ini terbengkalai dan tidak dimanfaatkan. Dari situlah ia mulai menanam berbagai bahan utama jamu seperti kunyit, jahe, temulawak, dan kencur. “Kebunnya sebenarnya sudah lama tidak terpakai. Punya nenek saya. Daripada dibiarkan kosong, saya manfaatkan untuk menanam sendiri bahan-bahan jamunya. Jadi saya tahu pasti kualitas dan kesegarannya,” jelasnya.

Produk "Jamu dari Tangan Ibu" kini hadir dalam berbagai varian kemasan yang terjangkau oleh semua kalangan. Harga jualnya mulai dari Rp2.000 untuk kemasan 250 ml, hingga kemasan 1 liter yang cocok untuk konsumsi keluarga. Revia berharap usahanya ini tidak hanya menjadi ladang rezeki, tetapi juga bisa mengangkat kembali budaya minum jamu di kalangan generasi muda.

“Jamu itu bagian dari budaya kita. Saya ingin anak-anak muda juga bisa menikmati manfaat jamu tanpa merasa itu minuman ‘orang tua’. Karena dengan kemasan yang menarik dan rasa yang pas, jamu bisa kok jadi gaya hidup sehat masa kini,” tutup Revia.

Usaha “Jamu dari Tangan Ibu” menjadi salah satu contoh UMKM yang mampu menggabungkan kearifan lokal, inovasi, dan pemberdayaan aset keluarga menjadi sebuah produk yang bernilai dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....