Laba United Tractors Terpangkas Sepanjang Tahun 2024

  • 10 Mar 2025 14:42 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatat penurunan laba bersih sepanjang tahun 2024 meskipun pendapatan usaha mengalami pertumbuhan. Berdasarkan laporan keuangan terbaru yang dirilis perseroan, laba bersih turun menjadi Rp19,53 triliun dibandingkan dengan Rp20,61 triliun pada tahun sebelumnya. Penurunan ini setara dengan 5,24% dari perolehan laba tahun 2023.

Anak usaha grup Astra ini membukukan pendapatan usaha sebesar Rp134,42 triliun, meningkat dari Rp128,58 triliun pada 2023. Namun, kenaikan ini tidak diiringi dengan pertumbuhan laba karena beban pokok penjualan juga melonjak signifikan dari Rp92,79 triliun pada 2023 menjadi Rp100,59 triliun pada 2024. Akibatnya, laba bruto perseroan turun dari Rp35,78 triliun menjadi Rp33,83 triliun.

Selain itu, beban keuangan mengalami peningkatan, terutama akibat kenaikan beban bunga yang naik dari Rp1,87 triliun menjadi Rp2,65 triliun. Hal ini semakin menekan laba operasional sebelum pajak yang turun menjadi Rp25,89 triliun, dibandingkan Rp28,72 triliun pada tahun sebelumnya.

Beberapa faktor utama yang mempengaruhi penurunan laba United Tractors sepanjang 2024 meliputi:

1. Fluktuasi Harga Komoditas – Segmen pertambangan, yang menjadi kontributor utama pendapatan, mengalami tekanan akibat penurunan harga batu bara di pasar global.

2. Peningkatan Biaya Operasional – Biaya administrasi dan umum naik dari Rp4,74 triliun menjadi Rp5,59 triliun, serta beban penjualan mencapai Rp1,05 triliun.

3. Kenaikan Beban Pajak – Perseroan mencatat beban pajak sebesar Rp5,77 triliun, meskipun lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp6,59 triliun.

Meskipun laba bersih mengalami penurunan, fundamental perusahaan tetap kuat dengan total aset mencapai Rp169,48 triliun, meningkat dari Rp153,75 triliun pada 2023. Dari segi modal bersih, perusahaan distributor alat berat ini juga mengalami pertumbuhan, yang hingga akhir tahun 2024 tercatat Rp98,17 triliun, meningkat dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp84,04 triliun.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....