Pelepah Batang Pisang (Gedebog) Bernilai Tinggi di Tangan Novi Amanda D'Bog Crispy

  • 26 Feb 2025 22:02 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Sebuah ide kreatif untuk mengubah limbah menjadi peluang ekonomi datang dari Novi Amanda, pendiri usaha D'Bog Crispy. Pelepah batang pisang, yang biasanya dianggap sebagai limbah setelah buahnya dipanen, kini bisa menghasilkan nilai ekonomis yang tidak sedikit, yakni antara 300 hingga 400 ribu rupiah. Semua itu berkat inovasi Novi yang mengolah pelepah batang pisang menjadi camilan keripik yang tidak hanya lezat, tetapi juga kaya gizi.

Dalam siaran obrolan Entrepreneur Muda PRO 2 RRI Madiun, Novi menceritakan bagaimana ide tersebut muncul.

“Yang dipakai gedebog atau batang pisang setelah buahnya dipanen. Kan biasanya setelah diambil buahnya, batang pisangnya dibuang begitu saja. Nah, dari riset yang saya lakukan, ternyata ini bisa dimanfaatkan,” ungkap Novi.

Sebelum memutuskan untuk mengolah pelepah batang pisang, Novi terlebih dahulu melakukan riset mengenai kelayakan bahan pangan dan kandungan gizi dari pelepah pisang tersebut. Dalam proses penelitian ini, dia menggandeng mahasiswa dari Politeknik Negeri Madiun. Hasil penelitian pun cukup mengejutkan; diketahui bahwa pelepah batang pisang memiliki kandungan gizi yang cukup bermanfaat bagi kesehatan.

"Karena ini akan dimakan, jadi kami cek kandungannya. Setelah diperiksa, ditemukan adanya saponin, tanin, dan flavonoid. Tiga kandungan ini berfungsi untuk mencegah penyakit diabetes, darah tinggi, dan penyakit kronis lainnya," lanjut Novi.

Keunggulan lainnya, dari satu batang pisang yang diolah, dapat menghasilkan sekitar 2 kilogram produk keripik. Dengan produksi hingga 10 kilogram, usaha D'Bog Crispy dapat menghasilkan omzet sekitar 300 hingga 400 ribu rupiah per dua batang pelepah pisang. Hal ini menunjukkan betapa potensi ekonomi dari pelepah batang pisang yang sering kali terabaikan sangat besar.

Melalui D'Bog Crispy, Novi tidak hanya menciptakan sebuah produk camilan bernilai ekonomis, tetapi juga memberikan nilai tambah pada limbah yang selama ini dianggap tak berguna. Dengan inovasi ini, Novi telah berhasil membuka peluang ekonomi dan menciptakan lapangan kerja bagi banyak orang di sekitarnya, sekaligus berkontribusi pada pemanfaatan bahan pangan yang berkelanjutan.

Inovasi ini menjadi contoh nyata bahwa dengan kreativitas, limbah yang tak terpakai pun bisa memiliki nilai yang tinggi dan bermanfaat bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....