BPBD Kota Madiun Petakan Wilayah Rawan Genangan
- 05 Feb 2026 11:53 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur pada periode 1 hingga 10 Februari 2026. Potensi cuaca ekstrem tersebut berpeluang terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Timur, salah satunya Kota Madiun.
Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun, Heter Hidayati, menjelaskan bencana hidrometrologi yang kerap terjadi di wilayahnya berupa hujan deras disertai angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan genangan air. Ia menyebut sejumlah wilayah di Kota Madiun perlu waspada terkait potensi genangan air.
"Wilayah di Kota Madiun yang rawan genangan air di kota seperti di daerah Puntok, itu hanya karena intensitas airnya tinggi sehingga menggenang. Jadi air mengantri," ucap Heter, Rabu 4 Februari 2026.
"Kalau yang di daerah wilayah Kartoharjo itu karena dilintasi dua sungai, seperti Sungai Maling dan Sungai Sono. Sungai Bokmalang itu karena adanya air hujan kiriman dari Kabupaten Madiun. Jadi ketika kabupaten hujan deras, airnya masuk ke kota sehingga intensitas sungainya naik dan terjadi luapan air di wilayah Kelurahan Kelun, wilayah Kelurahan Tawangrejo, dan Kelurahan Pilangbango," lanjutnya.
Sebagai langkah antisipasi, Heter menyampaikan BPBD Kota Madiun mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemeliharaan rumah sejak dini, terutama bagi bangunan yang berada di jalur atau zona dengan intensitas aliran air tinggi seperti di sekitar sungai. Warga juga diminta memperhatikan kondisi pohon di sekitar rumah dan berkoordinasi dengan pihak terkait apabila terdapat pohon yang berpotensi membahayakan keselamatan saat hujan deras disertai angin kencang. (UF)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....