Dinkes PPKB Kota Madiun Belum Temukan Kasus Superflu
- 15 Jan 2026 21:14 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun: Wilayah Kota Madiun hingga saat ini masih terbebas dari kasus Superflu. Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun dr. Wahyu Hetty Darmawati, M.M.Kes mengatakan, berdasarkan pemantauan dari Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), Dinkes PPKB belum mendapat laporan tentang adanya virus superflu ataupun adanya lonjakan kasus.
“Khusus di Kota Madiun, dari pemantauan kami dari SKDR (Sistem Kewas Kepadaan Dini dan Respon) kami tidak mendapatkan laporan tentang adanya virus superflu ataupun adanya lonjakan kasus. Namun tentu tidak bisa dikatakan juga tidak ada karena untuk konfirmasi virus ini memerlukan proses yang panjang. Jadi, yang penting dan yang jelas dari pemantauan kami, belum ada yang perlu dikhawatirkan” ungkap dokter Wahyu, Kamis, 15 Januari 2026.
Namun demikian Dinkes PPKB Kota Madiun tidak ingin terlena dengan kondisi tersebut. Karena itu Dinkes PPKB juga melakukan upaya untuk antisipasi dan pencegahannya.
“Upaya yang dilakukan Dinkes untuk mencegah tersebarnya virus tersebut yang pertama melibatkan berbagai pihak. Ada tiga pihak terutama yang harus berperan dalam system Kesehatan secara umum di Kota Madiun. Yang pertama adalah dinas kesehatan, kemudian fasilitas kesehatan, dan juga masyarakat. Jadi dari tiga komponen ini harus saling bekerjasama. Misalnya, dari fasilitas kesehatan harus rajin melaporkan adanya gejala-gejala flu ini di sistem SKDR” tegas dokter Wahyu.
Selain itu dokter Wahyu juga menekankan pentingnya masyarakat untuk menjaga perilaku hidup sehat. Di antara menjaga kebersihan diri dan memakai masker ketika berada di tempat keramaian. Dengan kedisiplinan menerapkan perilaku hidup sehat, dokter Wahyu berharap virus superflu tidak merebak di Kota Pendekar.
Seperti diketahui dari data Kementerian Kesehatan, kasus superflu mulai ditemukan di Indonesia pada Agustus 2025. Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus superflu yang tersebar di delapan provinsi, termasuk di Jawa Timur. (Shabrina)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....