Siswa SMPN 2 Madiun Ikuti Napak Tilas Sejarah
- 19 Sep 2025 21:32 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Cara menarik untuk mengenalkan sejarah pada siswa dilakukan oleh pendidik SMP Negeri 2 Madiun. Salah satunya, melalui kegiatan Napak Tilas Sejarah Kepahlawanan (NTSK).
Sebanyak 168 siswa, mulai dari kelas VII, VIII, dan IX mengikuti kegiatan ini, pada Selasa (16/9/2025). Suasana perjuangan dari zaman dulu makin kuat, ketika para siswa mengenakan baju tentara zaman dulu, kebaya, petani, hingga baju loreng tentara masa kini.
Mereka berjalan dan menapak tilas di beberapa monumen. Mulai dari monumen atau tugu yang menjadi sejarah gugurnya pejuang Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) di SMPN 2 Madiun hingga di monumen lainnya di Kota Madiun.
Ketua Panitia HUT ke-79 SMPN 2 Madiun Agung Sugiharto mengatakan, napak tilas sejarah kepahlawanan ini adalah kegiatan rutin menjelang HUT sekolah, yang diperingati setiap 17 September. “Dan ini sudah menjadi ikon yang dilakukan sejak dulu,” ujar dia.

Para siswa SMPN 2 Madiun berfoto di Monumen MAS TRIP Kota Madiun, saat mengikuti Napak Tilas Sejarah Kepahlawanan. (Foto: Aris D.K/RRI Madiun)
Ada beberapa monumen yang dikunjungi para siswa. “Mulai Monumen di SMPN 2 Madiun, Monumen MAS TRIP, Monumen Obor (Monumen Perjuangan 1945), Monumen Kolonel Mahardi, Momumen Genie Pelajar (TGP), dan Monumen Perjuangan PETA.
Semangat kegiatan ini, jelas Agung, agar para siswa mewarisi semangat perjuangan kakak kelas mereka dulu yang juga tentara, tergabung dalam TRIP.
“Supaya mereka tahu, dulu waktunya perang ya perang, waktunya belajar ya belajar,” ujarnya.
Lebih lanjut, kegiatan dilakukan dengan berjalan kaki, supaya para siswa paham perjuangan zaman dulu. “Jadi anak-anak biar merasakan, kakak-kakakmu dulu merasakan seperti ini (perjalanan)”.
Bahkan perjalanan pejuang dulu sangat berat. “Sebab, mereka melakukan perjalanan dari Madiun ke Malang, dari Madiun ke Blitar dalam rangka di kirim ke garis depan pertempuran".
Dalam kegiatan ini, jelas Agung, para siswa juga diberi tugas. Mereka diminta membuat pendalaman materi dari setiap monumen yang dikunjungi. “Agar anak-anak kami tahu cerita-cerita Kota Madiun dari monumen yang kami kunjungi".
Agung juga menjelaskan, SMPN 2 Madiun sendiri memiliki sejarah perjuangan, saat merebut dan mempertahankan bangsa. “Pada tahun 1945 hingga 1950 SMPN 2 Madiun dikenal SMP Pertahanan”.
Menurut dia, pada tahun 1948 PKI mengusai Madiun, dan pertahanan ada di SMPN 2 Madiun. Saat peristiwa itu, beberapa pejuang gugur tepat di depan halaman sekolah. Kejadian itu menjadi titik balik perlawanan terhadap PKI.
“Hingga akhirnya ada penumpasan PKI dari pasukan Siliwangi dari arah barat, sejarah ini anak-anak Insyaallah tahu,” ujar Agung, mengakhiri.
Semantara para pejuang yang gugur di depan SMPN 2 Madiun namanya diabadikan di sebuah tugu atau monumen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....