Tekankan Kolaborasi Antarwilayah, Oleh-oleh Bupati Magetan Usai Retret
- 31 Jul 2025 06:39 WIB
- Madiun
KBRN, Magetan: Retret kepala daerah gelombang kedua yang digelar di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, telah diikuti oleh Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, bersama Wakil Bupati Suyatni Priasmoro. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah pusat dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan daerah sekaligus menyelaraskan arah pembangunan nasional dengan kebutuhan lokal. Gelombang ini diikuti oleh kepala daerah yang belum sempat mengikuti retret pertama, serta mereka yang terpilih melalui Pemungutan Suara Ulang (PSU) akibat sengketa di Mahkamah Konstitusi.
Selama beberapa hari, para peserta menjalani agenda kegiatan yang sangat padat, dimulai dari pukul 05.30 pagi hingga 21.00 malam. Lokasi retret yang berada di kawasan perbukitan Jatinangor disebut memiliki medan yang menantang, dengan jalur naik-turun yang harus dilalui setiap hari.
"Ini bukan hanya soal fisik, tapi bagaimana kita dibangun untuk memiliki ketahanan mental, spiritual, dan kepemimpinan yang lebih kuat. Saya sangat bersyukur bisa mengikuti proses ini bersama kepala daerah dari berbagai penjuru tanah air," ujar Bupati Nanik, minggu (29/6/2025).
Meski jadwal kegiatan sangat padat dan cukup menguras stamina, Bupati Nanik mengaku tetap dalam kondisi prima. Ia menilai, momentum ini sangat berarti karena memberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para bupati, wali kota, dan gubernur dari berbagai provinsi.
“Retret ini adalah momentum strategis. Kami tidak hanya belajar dari materi yang diberikan, tetapi juga bisa bertukar gagasan dan pengalaman antar daerah. Ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan di daerah,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Nanik juga menekankan pentingnya kerja sama lintas wilayah sebagai strategi mempercepat pelaksanaan program-program prioritas nasional, termasuk delapan arah pembangunan (Astacita) yang menjadi visi Presiden Republik Indonesia.
"Kami percaya bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi menjadi kunci utama agar arah pembangunan nasional bisa benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat lokal," tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....