Petani Sewulan Keluhkan Penurunan Kualitas Air Sungai Brangkal

  • 11 Jun 2024 23:41 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Produktivitas sawah petani sewulan, Kabupaten Madiun telah mengalami penurunan dalam enam bulan terakhir, disertai dengan risiko luapan air sungai yang mengancam tanaman sawah pertanian.

Petani di Sewulan Baharuddin, mengungkapkan bahwa penurunan hasil pertanian mereka terkait dengan penurunan kualitas air Sungai Brangkal dalam beberapa bulan terakhir.

Menurutnya, tingginya kandungan kapur dan lumpur dalam air sungai tersebut telah memengaruhi ekosistemnya secara signifikan, menyebabkan migrasinya iakn ait tawar dan bahkan kematian ikan tawes dan wader.

Hal ini mengakibatkan para pemancing (angler) beralih ke tempat lain karena populasi ikan di Sungai Sewulan semakin menurun.

“Saat ini, para pemancing sudah sulit menemukan ikan, bahkan banyak ikan yang mati. Kadar kapur dan lumpur yang tinggi juga telah mempengaruhi produktivitas pertanian di sepanjang Sungai Sewulan dan Sukosari, menyebabkan penurunan produksi. Endapan lumpur yang tinggi meningkatkan risiko luapan air, yang dapat memperparah kondisi lahan persawahan,” ujar Baharuddin pada hari Selasa (11/06/2024).

Dalam menghadapi masalah ini, Baharuddin telah mengajukan laporan resmi kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk menyelidiki penyebab penurunan kualitas air Sungai Brangkal.

Tidak hanya berdampak pada produktivitas pertanian dan ketersediaan ikan air tawar, penurunan kualitas air ini juga meningkatkan risiko banjir karena endapan lumpur dan sedimen yang menumpuk di sepanjang aliran sungai.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....