Girder FO Bantaian Ambruk, FSPP Minta Tunggu Hasil KNKT

  • 21 Mar 2024 16:01 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Insiden Ambruknya Girder FO Bantaian, FSPP meminta semua pihak terkait untuk dapat menahan diri dengan tidak memberikan pernyataan terkait insiden ambruknya Girder (gelagar) proyek pembangunan Fly Over (Jembatan Layang) terjadi di Persimpangan Kereta Api Bantaian Desa Penanggiran Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim 7 Maret 2024 silam.

Insiden ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dua pekerja meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka. Salah satu korban luka adalah Mufaridin (37), pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) 3 Palembang.

Permintaan ini disampaikan oleh Federasi Serikat Pekerja Perkeretaapian (FSPP) melalui kepala divisi (kadiv) humasnya, Cerah Buana agar dapat menunggu pengumuman resmi dari pihak yang di berikan kewenangan melakukan investigasi terhadap kejadian tersebut. Serta belum ada kesimpulan mengenai dugaan penyebab insiden itu terjadi.

Hal ini menanggapi pernyataan yang disampaikan oleh salah satu pejabat dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBJN) Sumsel yang dimuat di salah satu media online nasional.

Yang menyatakan jika ambruknya Girder pada proyek Fly Over Bantaian ini diduga diakibatkan oleh miskomunikasi atau kesalahpahaman antar operator.

"FSPP menghimbau kepada semua pihak untuk menyampaikan statement hal yang arif dan bijaksana, karena proses investigasi masih berlangsung. Untuk itu kami mohon tidak memberikan kesimpulan dan dugaan secara dini penyebab insiden tersebut," pinta Cerah saat rilis terkait kasus ini di ruang pertemuan VIP Stasiun Kertapati pada Kamis (21/3/2024) siang.

Insiden ambruknya Girder Fly Over di Persimpangan KA Bantaian yang terjadi pada 7 Maret 2024 silam sekitar pukul 11.09 WIB membuat heboh. Dalam rekaman CCTV yang tersebar di media sosial (medsos) terlihat gelagar yang terbentang diantara dua penyangga tiba-tiba ambruk.

Di saat yang bersamaan melintas KA Batubara Rangkaian Panjang (Babaranjang) dalam keadaan kosong tanpa muatan dari Palembang menuju Muaraenim.

Seketika, gelagar berbahan baja dan balok beton yang sudah terbentang jatuh menimpa gerbong kereta. Dua orang meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka dari insiden itu.

Sementara itu, insiden ambruknya Girder Fly Over Persimpangan KA Bantaian ini rupanya tengah diselidiki oleh petugas Dirreskrimum Polda Sumsel. Dirreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo,SH,SIK membenarkan hal tersebut.

"Kita fokus pada dugaan tindak kelalaian dalam pengerjaan proyeknya, masih Lidik. Sejumlah pihak juga telah dimintai keterangan, masih awal belum ada kesimpulan yang pasti kita juga sudah lakukan olah TKP," ungkap Anwar, beberapa waktu lalu.(kms)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....