Waspada Tautan “Undian Ramadan Berhadiah dari Alfamart”, Dipastikan Hoaks
- 16 Mar 2026 12:44 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Pesan berantai yang beredar melalui aplikasi WhatsApp mengklaim adanya program “Undian Ramadan berhadiah dari Alfamart”. Pesan tersebut berisi sebuah tautan yang mengajak masyarakat untuk mengikuti undian dengan berbagai hadiah menarik. Informasi ini pun cepat menyebar di tengah masyarakat, terutama selama momentum bulan Ramadan.
Menanggapi beredarnya pesan tersebut, Tim Pemeriksa Fakta dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) melalui kanal TurnBackHoax melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran klaim tersebut. Penelusuran dilakukan dengan mengetikkan kata kunci “Undian Ramadan berhadiah dari Alfamart” di mesin pencari.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa informasi mengenai undian tersebut tidak berasal dari sumber resmi. Klarifikasi justru ditemukan melalui akun Instagram resmi milik Alfamart yang menyatakan bahwa berbagai tautan undian berhadiah yang beredar mengatasnamakan perusahaan tersebut merupakan informasi palsu atau hoaks.
Dalam unggahan klarifikasinya, pihak Alfamart mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan perusahaan. Masyarakat juga diminta untuk tidak mengklik tautan yang mencurigakan atau membagikan data pribadi melalui situs yang tidak jelas asal-usulnya.
Alfamart juga mengimbau masyarakat yang menemukan informasi serupa agar segera melakukan konfirmasi melalui kanal resmi perusahaan. Beberapa kanal yang dapat dihubungi antara lain layanan pelanggan Alfacare di nomor 1500-959, akun Instagram resmi Alfamart, serta laman web resmi perusahaan di www.alfamart.co.id.
Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, dapat disimpulkan bahwa tautan undian Ramadan berhadiah yang beredar tidak mengarah ke laman resmi Alfamart. Informasi tersebut dikategorikan sebagai konten tiruan atau impostor content yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya kembali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....