CEK FAKTA: Benarkah Menkeu Purbaya Ingin Ganti Program MBG dengan Sekolah Gratis?

  • 05 Mar 2026 10:43 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Beredar di media sosial Facebook, unggahan dari akun “Yayan Kurniawan Repvblik” pada Kamis, 26 Februari 2016 yang membagikan video disertai narasi: “PURBAYA MAU GANTI MBG DENGAN SEKOLAH GRATIS. LUHUT MENOLAK. Rakyat Bertanya: Anak Kenyang Sehari Atau Anak Pintar Seumur Hidup? Sekolah Gratis = Masa Depan,MBG Tanpa Arah = Proyek Musiman. Kalau Pendidikan Masih Mahal, Buat Apa Bangga Bagi-Bagi Makan? Yang Ditolak Bukan Ide Uang Rakyat, Tapi Ancaman Buat Kepentingan Lama. BAGAIMANA TANGGAPAN KALIAN??” Unggahan tersebut juga diberi takarir: “Sekolah Gratis vs MBG: Mana Prioritas untuk Masa Depan Anak Bangsa?”

Hingga Rabu 4 Maret 2026, konten tersebut telah memperoleh lebih dari 1.800 tanda suka, 622 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 167 kali oleh pengguna Facebook lainnya. Berdasarkan penelusuran dan mengacu pada artikel di TurnBackHoax berjudul “(SALAH) Purbaya Bakal Transfer Anggaran MBG ke Rekening Orang Tua Siswa” yang tayang Sabtu,21 Februari 2026 klaim bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya mengusulkan pergantian program MBG menjadi bantuan uang tunai atau sekolah gratis adalah tidak benar. Artikel tersebut menegaskan bahwa tidak ada pernyataan resmi dari Menteri Keuangan maupun sumber kredibel yang membenarkan narasi bahwa Menkeu Purbaya ingin mengganti program MBG dengan skema sekolah gratis..

Sepanjang penelusuran di berbagai sumber resmi pemerintah dan media arus utama, tidak ditemukan informasi valid yang mendukung klaim: “Purbaya ingin mengganti program MBG jadi sekolah gratis”, “Anggaran MBG akan ditransfer langsung ke rekening orang tua siswa”, Adanya penolakan dari Luhut terkait wacana tersebut. Narasi yang beredar di Facebook tersebut tidak disertai rujukan sumber resmi, pernyataan langsung, maupun dokumen kebijakan yang dapat diverifikasi.

Berdasarkan analisis konten yang beredar memuat opini dan framing yang membandingkan “sekolah gratis” dengan “MBG”, namun dikemas seolah-olah sebagai kebijakan resmi yang sedang diusulkan oleh Menteri Keuangan. Padahal, tidak terdapat bukti faktual yang mendukung klaim tersebut. Pola seperti ini kerap digunakan untuk membangun persepsi publik melalui narasi emosional dan dikotomi pilihan, tanpa dasar informasi yang dapat diverifikasi.

Kesimpulannya,tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim tersebut.Unggahan video berisi klaim “Menkeu Purbaya ingin ganti program MBG jadi sekolah gratis” merupakan konten palsu (fabricated content). Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kebenaran informasi melalui sumber resmi pemerintah maupun media terpercaya sebelum membagikan ulang konten yang berpotensi menyesatkan.

Rekomendasi Berita