Grebeg Maulud Diharapkan Jadi Salah Satu Ikon Budaya dan Pariwisata Kota Madiun
- 27 Agt 2026 18:03 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Grebeg Maulud Nabi Muhammad SAW kembali digelar di Kota Madiun, Selasa (25/8/2026).
Plt. Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengatakan Grebeg Maulud bukan hanya menjadi momentum untuk meningkatkan keteladanan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga diharapkan dapat kembali digelar serta menjadi salah satu ikon pariwisata dan budaya Kota Madiun dan wadah pelestarian budaya.
“Mari kita jadikan momen Grebeg Maulud Nabi ini sebagai salah satu ikon pariwisata dan budaya Kota Madiun, serta menjadi wadah pelestarian budaya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang merupakan tugas dan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya dalam sambutan.
Bagus menambahkan perkembangan budaya lokal dapat menjadi bagian dari penguatan budaya nasional sekaligus membangun jati diri masyarakat. Ia berharap tradisi tersebut tetap berkembang dan lestari sehingga generasi muda dapat mengenal dan mencintai budaya daerah.
Lebih lanjut, Bagus Ia menambahkan pelaksanaan Grebeg Maulud tahun ini akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan pada tahun berikutnya.
“Budaya yang ada di Grebeg Maulid ini harus tetap kita jaga, karena beberapa tahun terakhir kan kita tidak melaksanakan kegiatan seperti ini. Kemudian nanti tujuan akhirnya adalah bagaimana nanti ekonomi bisa berjalan,” tambahnya.
Sementara itu, Grebeg Maulud 2026 menjadi pelaksanaan pertama setelah kegiatan tersebut terakhir digelar pada 2019. Rangkaian kegiatan diawali kirab dengan rute dari Masjid Kuno Taman dan berakhir di Alun-Alun Kota Madiun.
Masyarakat yang menonton kegiatan di Alun-Alun Kota Madiun juga disuguhi berbagai pertunjukan seni, seperti seni Gembrung dan Bedug Rampak. Nuansa khidmat terasa saat rombongan kirab bersama Gunungan Jaler dan Gunungan Estri memasuki alun-alun diiringi Gamelan Sekaten.
Suasana pun berubah ramai saat masyarakat berebut hasil bumi dan jajanan pasar tradisional yang terdapat pada kedua gunungan tersebut. Kegiatan semakin ramai saat masyarakat berebut hasil bumi dan jajanan pasar tradisional yang terdapat pada Gunungan Jaler dan Gunungan Estri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....