Tradisi Langkahan, Simbol Penghormatan dan Harmoni dalam Budaya Jawa

  • 03 Agt 2026 08:17 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun-Tradisi langkahan masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jawa, terutama ketika seorang adik menikah lebih dahulu dibanding kakaknya. Tradisi tersebut dipandang sebagai simbol penghormatan kepada saudara yang lebih tua sekaligus doa agar seluruh anggota keluarga memperoleh kebahagiaan dan kehidupan yang harmonis.

Budayawan Jawa Ki Purwinarto menjelaskan bahwa tradisi langkahan berakar pada falsafah hidup masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi tata krama dan penghormatan terhadap urutan dalam keluarga. Menurutnya, prosesi ini bukan sekadar seremoni, melainkan sarana untuk menjaga hubungan baik antarsaudara. "Langkahan bukanlah bentuk mendahului atau merendahkan kakak yang belum menikah. Justru tradisi ini menjadi wujud penghormatan kepada yang lebih tua, disertai doa dan restu agar seluruh anggota keluarga diberikan jalan terbaik dalam kehidupannya," ujar Ki Purwinarto beberapa waktu lalu saat berinteraksi dalam program Ngobras Pro1 RRI Madiun.

Sementara itu, budayawan Suwondo menilai bahwa nilai utama tradisi langkahan terletak pada makna kebersamaan, bukan pada ritual yang dijalankan. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan tradisi tersebut sebagai beban sosial. "Yang terpenting bukan sesaji atau prosesi yang dilakukan, tetapi bagaimana keluarga tetap saling menghormati, saling mendoakan, dan menjaga kerukunan. Tradisi akan tetap hidup apabila nilai-nilai luhurnya dipahami dengan benar," kata Suwondo.

Hal senada disampaikan Cornelius Djoko Saptono. Menurutnya, tradisi langkahan tetap relevan di era modern selama dimaknai sebagai warisan budaya yang mengajarkan etika, penghormatan, dan persaudaraan. "Tradisi boleh menyesuaikan perkembangan zaman, tetapi filosofi menghormati yang lebih tua dan menjaga keharmonisan keluarga jangan sampai hilang. Itulah nilai yang perlu diwariskan kepada generasi muda," tutur Cornelius Djoko Saptono.

Tradisi langkahan dipandang sebagai bagian dari kekayaan budaya Jawa yang mengandung nilai-nilai moral, antara lain penghormatan, kasih sayang, dan keharmonisan keluarga. Nilai-nilai tersebut masih memiliki makna penting dan tetap layak dipertahankan di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....