Ajaran Samin Masih Relevan di Era Modern, Ini Nilai Luhur yang Tetap Dijaga

  • 31 Jul 2026 08:22 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Nilai-nilai luhur dalam ajaran Samin dinilai masih relevan diterapkan di tengah kehidupan masyarakat modern. Hal tersebut mengemuka dalam program Ngobrol Bareng Komunitas (NGOBRAS) Pro 1 RRI Madiun yang menghadirkan Komunitas Sastra Madiun Raya dengan tema "Samin Dulu dan Sekarang" yang berlangsung belum lama ini.

Dalam diskusi tersebut, para narasumber menjelaskan bahwa ajaran Samin yang diwariskan Mbah Samin Surosentiko bukan hanya menjadi bagian dari sejarah perlawanan terhadap penjajahan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang hingga kini masih dijaga oleh masyarakat Sedulur Sikep. Nilai tersebut mencakup kejujuran, kesabaran, kesetaraan, hidup berdampingan secara harmonis, serta menjaga hubungan baik dengan sesama manusia dan alam.

Aris Wuryanto mengatakan, masyarakat Samin sejak awal dikenal melakukan perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda tanpa menggunakan kekerasan. Menurutnya, sikap tersebut dilandasi keyakinan untuk tetap berpegang pada moral, kejujuran, dan keselarasan hidup, sehingga ajaran Samin tidak dapat dipandang hanya dari sejarah penolakannya terhadap kebijakan kolonial.

"Gerakan Samin merupakan perlawanan tanpa kekerasan. Mereka mengedepankan kejujuran, kesederhanaan, dan hidup selaras dengan alam maupun sesama. Nilai-nilai itu yang sampai sekarang masih menjadi pegangan masyarakat Samin," ujar Aris.

Selain itu, para narasumber menilai masih banyak masyarakat yang memberikan stigma negatif terhadap Samin karena kurang memahami ajaran yang sebenarnya. Padahal, masyarakat Sedulur Sikep justru dikenal menjunjung tinggi etika dalam bertutur kata, menghormati orang lain, serta memandang semua manusia sebagai saudara tanpa membedakan latar belakang maupun status sosial.

Novi Triana Habsari menjelaskan, salah satu ajaran yang terus dipertahankan adalah lima pitutur luhur, di antaranya hidup jujur, sabar, tidak iri kepada orang lain, menganggap semua manusia sebagai saudara, serta berbicara berdasarkan kebenaran. Menurutnya, nilai-nilai tersebut tetap relevan sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan kehidupan modern, termasuk di tengah derasnya arus informasi.

"Kalau dikaitkan dengan kondisi sekarang, ajaran Samin mengajarkan agar seseorang tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, menjaga etika dalam berkomunikasi, serta menghormati sesama. Nilai-nilai itu masih sangat sesuai diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini," kata Novi.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber juga memperkenalkan makna Samino, Samini, dan Samidi yang menjadi tema Festival Samin ke-10. Samino dimaknai sebagai bukti bahwa masyarakat Samin masih eksis, Samini menggambarkan kemampuan mereka beradaptasi dengan perkembangan zaman, sedangkan Samidi menjadi simbol komitmen untuk terus menjaga dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya. Melalui diskusi tersebut, Komunitas Sastra Madiun Raya berharap masyarakat semakin memahami ajaran Samin sebagai warisan budaya yang sarat nilai moral dan tetap relevan di era modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....