Peringatan Hari Kebaya Nasional, Kebaya Jadi Simbol Identitas Bangsa
- 24 Jul 2026 15:56 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Penetapan hari kebaya sebagai bentuk pengakuan negara terhadap kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia. Dosen Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, Alfiana Yuniar, menjelaskan bahwa Hari Kebaya Nasional tidak lepas dari sejarah panjang.
“Penetapan hari kebaya nasional itu tidak mengaburkan identitas, malah justru memperkuat dan menjadi branding identitas perempuan Indonesia di mata mancanegara,” katanya, Jum'at (24/7/2026).
Alfiana menambahkan, pelestarian kebaya adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya segelintir orang. Perayaan secara serentak pada 24 Juli dinilai sebagai langkah agar kebaya tidak mudah diklaim pihak luar.
“Ya tentu ini menjadi tugas bersama ya secara masif, supaya tidak diklaim oleh warga luar atau mancanegara,” ujarnya.
Alfiana Yuniar, yang berasal dari Ponorogo, mencontohkan bagaimana beberapa daerah memiliki ciri khas kebayanya sendiri. Di Ponorogo misalnya, terdapat busana penadon wanita yang desainnya menyerupai kebaya dan dikenakan pada hari-hari tertentu.
Keragaman semacam ini, menurutnya, memperkaya makna kebaya sebagai identitas nasional tanpa menghilangkan kekhasan lokal. Alfiana Yuniar menegaskan Hari Kebaya Nasional semestinya tidak dimaknai sekadar mengenakan busana.
Baginya, momentum ini adalah refleksi kebangsaan sekaligus kedaulatan budaya, sekaligus simbol perempuan yang meneruskan semangat perjuangan R.A. Kartini.
“Melalui peringatan itu di tanggal 24 juli ini, masyarakat itu diajak untuk bersama-sama merawat yang namanya kebudayaan bangsa, kemudian menghargai kerja-kerja kreatif para perajin tradisional dulu, kemudian juga ini menjadi nsimbol emansipasi perempuan.” tutupnya. (Dandy)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....