Bersih Desa Nambangan Kidul jadi Sarana Pererat Kerukunan Warga

  • 05 Jul 2026 16:18 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Warga RW 03 Kelurahan Nambangan Kidul, Kota Madiun menggelar tradisi Bersih Desa, Minggu (5/7/2026). Tradisi yang rutin digelar setiap bulan Suro tersebut menjadi sarana mempererat kerukunan melalui semangat gotong royong warga.

Rangkaian bersih desa diawali dengan doa bersama di makam leluhur pada Jumat Legi lalu. Warga berbondong-bondong datang membawa makanan yang kemudian disantap bersama sebagai wujud rasa syukur. Kegiatan dilanjutkan dengan hiburan reog dari kelompok Reyog Krida Satria Tama.

Lurah Nambangan Kidul, Fendi Priyanto, menyampaikan bersih desa memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam bagi masyarakat. Menurutnya, tradisi tersebut menjadi bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas ketenteraman hidup, rezeki, dan berkah hasil bumi yang diterima warga.

Selain sebagai ungkapan syukur, momentum bersih desa juga dimanfaatkan untuk mendoakan para leluhur yang telah berjasa serta memohon agar lingkungan Nambangan Kidul dijauhkan dari marabahaya, penyakit, maupun hal-hal yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat.

"Kalau boleh saya memaknai kegiatan Bersih Desa ini, ada makna spiritual maupun sosial yang sangat mendalam. Ini sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan. Kemudian bersama-sama mendoakan para leluhur dan memohon agar lingkungan Nambangan Kidul dijauhkan dari segala marabahaya," ujar Fendi kepada RRI.

Fendi menambahkan tradisi bersih desa juga mencerminkan kerukunan warga yang terwujud melalui semangat gotong royong dalam penyelenggaraan kegiatan. Ia mengapresiasi warga yang terus merawat dan melestarikan tradisi bersih desa agar dapat diwariskan kepada generasi muda.

Sementara itu, tokoh masyarakat di Nambangan Kidul, Eko Wibowo, mengatakan kekompakan warga menjadi keunikan tradisi Bersih Desa di lingkungannya. Menurutnya, tradisi tersebut rutin diselenggarakan setiap bulan Suro dengan melibatkan seluruh warga yang datang ke makam leluhur membawa makanan masing-masing untuk dimakan bersama setelah berdoa.

"Yang unik di sini masyarakat kompak, guyub rukun semuanya datang di makam tersebut. Tidak ada yang terkecuali. Semuanya datang membawa makanan masing-masing untuk dimakan bersama-sama di area tersebut," ungkapnya.

Eko menilai kekompakan warga menjadi modal sosial penting yang memudahkan masyarakat menyelenggarakan berbagai kegiatan di lingkungan. Ia berharap tradisi bersih desa terus dipertahankan, agar Kelurahan Nambangan Kidul terhindar dari berbagai marabahaya serta masyarakatnya hidup adem ayem, tenteram, dan diberi kelancaran rezeki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....