Ruwatan, Lestarikan Budaya Jawa dan Berbagi Harapan Keselamatan
- 28 Jun 2026 12:51 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Radio Republik Indonesia (RRI) Madiun kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan adat istiadat dengan menggelar prosesi ruwatan bersama, Minggu 28 Juni 2026. Kegiatan yang sarat akan nilai tradisi ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah yang datang membawa beragam harapan besar. Mulai dari doa agar mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat, keinginan agar diberikan kelancaran karir serta rezeki bagi anak-cucu, hingga harapan untuk membuang sial (sengkolo) demi menyongsong kehidupan masa depan yang lebih baik dan penuh keberkahan.
Prosesi ruwatan ini menarik antusiasme tinggi dari masyarakat, salah satunya adalah Budiono Santoso, seorang peserta asal Jalan Semeru, Magetan. Budi, sapaan akrabnya, sengaja mendaftarkan kedua anak laki-lakinya, yang dalam istilah jawa disebut uger-uger lawang untuk mengikuti ruwatan. Anak pertamanya kini berkarir di militer dan sudah berkeluarga, sedangkan anak keduanya bekerja di Sidoarjo.
"Harapan saya sebagai orang tua, secara otomatis anak itu selamat di dunia dan di akhirat. Dua-duanya karirnya lancar, rezeki lancar, dan tidak ada sesuatu apa pun yang mengganggu. Semuanya diberkahi dan dibarokahi oleh Allah SWT," ujar Budi saat ditemui di lokasi acara.
Senada dengan Budi, peserta lain Ruslaini Ari Widiastuti, warga asli Madiun yang juga ikut serta dalam ruwatan ini. Ari mengungkapkan dirinya merupakan anak ketujuh dari enam bersaudara dengan silsilah keluarga yang unik atau dalam istilah Jawa disebut gilir kacang (selang-seling perempuan dan laki-laki).
"Intinya berharap yang terbaik untuk kehidupan ke depannya. Meminta kepada Allah agar diberikan yang terbaik dalam segala hal," ungkap Indah.
Harapan untuk RRI Madiun
Melalui kegiatan ini, para peserta berharap RRI Madiun dapat terus mempertahankan visinya untuk terus mengudara dan menjadi wadah pelestarian budaya Jawa yang adiluhung.
"Sesuai dengan visi misinya RRI, 'Sekali di Udara Tetap di Udara', ruwatan ini adalah budaya tradisional yang perlu dilestarikan. Kalau bukan kita sendiri, siapa lagi? Apa pun yang berkaitan dengan tradisi adat yang baik harus kita dukung dan kita uri-uri (lestarikan) agar bermanfaat bagi masyarakat," pungkas Budi.
Diketahui, sebanyak 42 peserta dari berbagai wilayah mengikuti ruwatan bersama di RRI Madiun. Mulai Madiun, Magetan, Nganjuk hingga Bojonegoro dan Tangerang Provinsi Banten. Sebelum puncak acara ruwatan, pagelaran wayang oleh sejumlah dalang telah berlangsung di halaman depan RRI Madiun sejak Sabtu siang. Lakon yang ditampilkan diantaranya Wahyu Makutharama oleh Dalang Ki Wimar Aji Wicaksono, Pamong Sejati oleh Ki Putut Puji Agusseno. Sedangkan puncak ruwatan dipimpin oleh Pangruwat Ki Dalang Kondo Buwono Marsudi Carito.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....