Kirab Pusaka dan Laku Bisu Warnai Tradisi Lampah Hastungkara di Magetan

  • 26 Jun 2026 02:30 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan – Suasana khidmat menyelimuti Alun-Alun Magetan saat ribuan peserta mengikuti tradisi Lampah Hastungkara dalam rangka memperingati Jaya Jayaning Nuswantara ke-6, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tahunan yang digelar Pemerintah Kabupaten Magetan tersebut menjadi bagian dari tradisi masyarakat Jawa dalam menyambut datangnya bulan Muharram atau Suro.

Prosesi dimulai dengan Sidikara Pusaka, ditandai penyerahan pusaka yang kemudian dikirab oleh para peserta dengan laku bisu menyusuri sejumlah jalan di pusat kota. Kirab dilanjutkan dengan jamasan pusaka Pandhawa Cinarita Kyai Pandhawa Nagaragung yang melambangkan penyucian diri, introspeksi, serta doa bersama bagi keselamatan masyarakat.

Bupati Magetan Nanik Sumantri mengatakan Lampah Hastungkara merupakan salah satu upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, tradisi tersebut juga menjadi pengingat nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur kepada generasi sekarang.

Sebagai penutup rangkaian acara, Pemerintah Kabupaten Magetan menggelar Andum Berkah Bolu Rahayu dengan membagikan bolu dan gunungan hasil bumi kepada masyarakat. Tradisi berbagi tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus doa agar Magetan senantiasa diberikan kedamaian, kesejahteraan, dan kemakmuran.

"Bolu Rahayu yang telah didoakan dan dikirab ini menjadi simbol berkah dan doa bagi Kabupaten Magetan. Semoga Magetan semakin maju, masyarakatnya sejahtera, serta terhindar dari segala hal yang tidak diinginkan," kata Nanik.

Melalui Lampah Hastungkara, Pemerintah Kabupaten Magetan menegaskan komitmennya menjaga tradisi sebagai identitas daerah sekaligus mengenalkan kearifan lokal kepada generasi muda agar tetap lestari di masa mendatang.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....