Belajar Seni Ala Gen Z

  • 24 Jun 2026 18:09 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Perkembangan teknologi dan media digital telah membawa perubahan besar dalam cara generasi muda mempelajari seni dan budaya. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan Sanggar Karya Madiun, Andika Agustino Wella Mahendra, S.Sn., saat menjadi narasumber dalam acara Suara Nusantara di Pro 1 RRI Madiun, Rabu (24/6/2026).

Menurut Andika, terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara proses belajar seni pada masa lalu dengan saat ini. Jika dahulu sumber pembelajaran seni hanya berasal dari guru, kini generasi muda memiliki banyak pilihan sumber belajar.

“Perbedaan belajar seni era dulu dengan sekarang. Kalau dulu belajar seni bersumber hanya dari guru, tetapi sekarang bisa belajar dari guru, dari media digital, dan dari sumber lain. Seperti karawitan dulu belajar karawitan sesuai pakem, sekarang belajar karawitan bisa dikolaborasikan dengan kreasi sendiri” ujar Andika.

Ia menjelaskan, kemudahan akses informasi membuat generasi Z lebih leluasa mengeksplorasi berbagai bentuk seni, termasuk mengembangkan kreativitas tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang ada.

Di Sanggar Karya Madiun sendiri, minat generasi muda terhadap seni terus meningkat. Saat ini, kelas tari menjadi program yang paling banyak diminati oleh kalangan Gen Z.

“Untuk saat ini di Sanggar Karya Madiun, kelas tari yang banyak diminati oleh Gen Z,” tambahnya.

Selain kelas tari, Sanggar Karya Madiun juga menyediakan berbagai program pembelajaran seni lainnya. Mulai dari kelas karawitan, kelas vokal sinden, kelas vokal pria, kelas make up, hingga kelas Desain Komunikasi Visual (DKV) yang direncanakan akan dibuka pada bulan depan.

Andika menilai media sosial memiliki peran yang sangat besar dalam mendukung pembelajaran seni bagi generasi muda. Melalui media sosial, Gen Z dapat memperoleh informasi budaya dari berbagai daerah secara cepat dan mudah.

“Media sosial sangat bermanfaat bagi Gen Z untuk belajar seni. Hal ini karena Gen Z bisa menjangkau lebih luas informasi budaya dari daerah lain, tidak hanya di Madiun tetapi juga di luar Jawa,” jelasnya.

Meski demikian, proses pembelajaran seni tetap memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah banyak peserta didik yang belum memahami dasar-dasar seni sehingga pengajar harus memberikan pembelajaran secara bertahap.

“Kendala belajar seni, siswa belum mengetahui dasar seni, sehingga kami harus ajarkan sesuai tahapannya. Seperti mengenal larasnya, baik slendro maupun pelog. Ciri khas Gen Z dalam belajar tidak mau belajar bertele-tele,” kata Andika.

Melalui pendekatan yang lebih fleksibel dan memanfaatkan teknologi digital, Sanggar Karya Madiun terus berupaya menarik minat generasi muda untuk mencintai dan melestarikan seni budaya Indonesia di tengah perkembangan zaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....