RRI Gelar Ruwatan Berasama, Jaga Tradisi dengan Biaya Lebih Terjangkau
- 20 Mei 2026 20:18 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Tradisi ruwatan merupakan salah satu warisan budaya Jawa yang masih kental dipercaya oleh masyarakat. Tradisi ini dikhususkan bagi anak-anak yang menyandang status sukerto atau anak yang diyakini membawa kotoran, sehingga perlu dibersihkan agar terhindar dari kesialan.
Beberapa jenis anak sukerto di antaranya adalah ontang-anting atau anak tunggal, uger-uger lawang untuk dua anak laki-laki, hingga kembang sepasang untuk dua anak perempuan. Koordinator Ruwatan dan Pagelaran Wayang Kulit, Dwi Djatmoko menjelaskan makna filosofis di balik tradisi ruwatan ini.
"Ruwatan itu merupakan tradisi atau budaya Jawa yang artinya meruwat itu membersihkan. Arti ruwat sendiri adalah meruwat para sukerto, jadi tujuan dan maksud dari ruwatan itu membersihkan kotoran, termasuk bisa menyingkirkan, menghindar, agar terhindar dari mara bahaya," ungkap Dwi Djatmoko, Rabu 20 Mei 2026.
Melaksanakan ruwatan secara mandiri tentu membutuhkan biaya operasional yang besar, mengingat harus ada kelengkapan sesaji, gamelan, hingga pertunjukan wayang. Oleh karena itu, RRI memfasilitasi masyarakat melalui ruwatan bersama dengan sistem gotong royong. Peserta tidak perlu repot memikirkan perlengkapan teknis atau uborampe karena semua sudah ditangani oleh panitia RRI.
Biaya yang dikeluarkan pun lebih ringan dibandingkan mandiri. Sebagai gambaran, untuk satu anak (ontang-anting) dikenakan biaya tujuh ratus ribu rupiah, dengan penyesuaian untuk jumlah anak berikutnya.
Acara ruwatan bersama ini rencananya akan dilaksanakan pada Minggu Legi, 28 Juni 2026, mulai pukul 07.00 pagi. Prosesi pangruwatan akan dipimpin langsung oleh Ki Dalang Kondo Buwono Subandi Marsudi Carito.
Sebagai rangkaian acara sekaligus hiburan bagi masyarakat umum, pada hari Sabtu malam sebelum prosesi ruwatan, RRI juga akan menggelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk yang dibawakan oleh Ki Putut Puji Agusseno. Masyarakat umum diperbolehkan hadir untuk menyaksikan pagelaran budaya ini secara gratis. Harapannya, melalui tradisi ini, anak-anak yang diruwat senantiasa diberikan keselamatan dan mampu meraih cita-citanya. (shabrina).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....