Ater-Ater: Cikal Bakal Parsel Lebaran

  • 28 Feb 2026 05:02 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Tradisi mengirim parsel saat lebaran telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan Idulfitri di Indonesia. Parsel tidak hanya dimaknai sebagai bingkisan hadiah, tetapi juga sebagai simbol silaturahmi, kepedulian, serta ungkapan rasa syukur . Kebiasaan ini terus berkembang mengikuti zaman, namun akar budayanya ternyata telah ada sejak masa lampau.

Mengutip dari Good News From Indonesia, tradisi mengirimkan bingkisan parsel sendiri berasal dari istilah “ater-ater” yang berkembang pada masa jawa kuno. Istilah tersebut merujuk pada kata “ater” yang telah disebutkan dalam Kakawin Ramayana dan Sutasoma pada abad ke-IX. Pada masa itu, kegiatan mengantarkan sesuatu kepada orang lain sudah menjadi bagian dari praktik sosial masyarakat.

Istilah “ater-ater” kemudian sering digabungkan dengan kata “panganan” sehingga dikenal sebagai “ater-ater panganan”. Penggabungan istilah ini merujuk pada kegiatan mengantarkan atau membawa makanan kepada kerabat terdekat pada waktu tertentu dengan maksud tertentu, seperti mempererat hubungan kekeluargaan maupun sebagai bentuk penghormatan. Tradisi tersebut menunjukkan bahwa budaya berbagi makanan telah lama hidup dalam masyarakat.

Seiring perkembangan waktu, tradisi ater-ater mengalami transformasi mengikuti perubahan sosial dan budaya. Pada masa kolonial hingga era modern, kebiasaan berbagi makanan ini berkembang menjadi pemberian bingkisan yang lebih beragam, tidak hanya makanan tradisional tetapi juga produk kebutuhan sehari-hari. Dari sinilah konsep parsel modern mulai dikenal luas oleh masyarakat.

Pada saat lebaran, parsel kemudian menjadi media untuk menyampaikan ucapan selamat sekaligus memperkuat hubungan sosial, baik antar keluarga, tetangga, maupun relasi kerja. Isi parsel pun semakin variatif, mulai dari kue kering, sirup, hingga produk premium yang dikemas secara menarik. Meski bentuknya berubah, nilai utama yang terkandung tetap sama, yakni semangat berbagi dan menjaga silaturahmi.

Hingga kini, tradisi parsel lebaran tetap bertahan sebagai warisan budaya yang mencerminkan karakter masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi kebersamaan. Dari praktik ater-ater di masa jawa kuno hingga parsel modern masa kini, tradisi ini menjadi bukti bahwa budaya berbagi telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia, khususnya saat merayakan hari Idulfitri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....