Es Dawet Ayu Banjarnegara di Kota Seribu Bunga
- 15 Jul 2024 14:00 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Pungkaswati, dengan es Dawet Ayu Banjarnegara andalannya, telah berhasil menjaga keberlanjutan usahanya di tengah pasar yang kompetitif di Kota Seribu Bunga, Madiun. Memulai karirnya sebagai karyawan di salah satu penjual es dawet Banjarnegara, Pungkaswati mengambil langkah besar pada tahun 2015 untuk membuka usaha sendiri setelah pemilik usaha asal Banjarnegara tersebut memutuskan untuk tidak melanjutkan bisnisnya.
Dengan modal resep dan pengalaman yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun bekerja, Pungkaswati sukses mempertahankan loyalitas pelanggan lama serta menarik minat pelanggan baru untuk Es Dawet Ayu Banjarnegara miliknya. Dari sekian banyak ragam es, Pungkaswati mengakui bahwa esnya banyak penggemar dan bukan produk kaleng-kaleng. Karena itulah dia berani melanjutkan usaha es Dawet Ayu Banjarnegara ini setelah pemilik usahanya yang terdahulu pindah ke luar kota.
"Dulunya saya bekerja dengan bos asli Banjarnegara. Ketika beliau tidak lagi beroperasi di Madiun, saya memutuskan untuk melanjutkan usaha ini. Saya merasa sayang kalau harus membiarkan usaha ini tutup karena sudah banyak pelanggan setia," ujar Pungkaswati.
Sejak 2015, Pungkaswati menjalankan usahanya sendiri, mulai dari memproduksi bahan es nya hingga menjajakannya di lapak sebelah selatan RSD Sogaten, Kota Madiun. Kualitas yang terjaga membuat Dawet Ayu Banjarnegara milik pungkaswati semakin ramai pembeli.
"Saya buat sendiri dawetnya. Itu khas dawet Banjarnegara, terbuat dari campuran tepung beras dan tepung hungkwe, diolah dan dicetak jadi dawet. Warna ijo itu khasnya dawet Banjarnegara. Resep aslinya memang begitu. Gak saya ubah. Untuk gulanya memakai gula jawa murni tanpa campuran, jadi kental dan legit, santannya juga murni", lanjut pungkaswati menceritakan komposisi dawetnya.
Dawet yang dijual seharga Rp 5000 per porsi ini selalu laku walaupun saat musim penghujan. Dengan omset Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, Pungkaswati mengaku jumlah tersebut sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Memiliki pelanggan yang terus bertambah lah alasan Pungkaswati mampu bertahan hampir 10 tahun menjual Dawet Ayu Banjarnegara.
"Saya merasa nyaman, cukup dari penghasilan saya tiap hari. Bahkan saya eman-eman (Jawa: sayang) pelanggannya, makanya saya bertahan", tuturnya.
Pungkaswati semakin yakin menfokuskan usaha Dawet Ayu Banjarnegaranya. Bahkan dia sangat ingin mengembangkan usahanya ini dengan membuka cabang.
"Saya ingin buka cabang. Apapun terjadi, saya tetep usaha es dawet aja", pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....