Anik’s (Fiori) Secret, Bisnis Underware Hampir 20 Tahun
- 08 Jul 2024 18:48 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Anik, seorang pengusaha yang telah menggeluti bisnis underwear selama hampir dua dekade, membagikan kisah suksesnya dalam menjalankan bisnis yang “personal” ini. Memulai perjalanan bisnisnya pada tahun 2005, Anik awalnya menggunakan produk underwear tersebut untuk kebutuhan pribadinya. Terinspirasi oleh manfaat yang dirasakannya, ia kemudian memutuskan untuk terjun dalam bisnis ini. Anik menjelaskan alasan memilih bisnis produk yang bersifat personal namun esensial ini,
"Karena walau tidak terlihat, setiap orang membutuhkan dan mengenakannya setiap hari”, ungkapnya saat acara obrolan Entrepreneur Muda PRO 2 RRI Madiun.
Produk yang dijual oleh Anik tidak termasuk dalam kategori murah, namun dengan strategi edukasi tentang manfaat produk, ia berhasil membangun pasar selama ini.
"Mengenai harga, kualitas tidak bisa dilihat dari nominalnya. Produk ini awet/ tahan lama, dengan beberapa pelanggan memberikan testimoni bahwa mereka menggunakan produk ini hingga 9 tahun. Jadi, jika dibandingkan dengan produk lain yang mungkin lebih murah namun tidak tahan lama, produk ini sebenarnya memiliki nilai lebih. Produk di pasaran, kita beli sekian puluh ribu tapi hanya dipakai beberapa kali atau jangka tertentu udah gak nyaman lagi. Sehingga sekian waktu harus beli lagi. Kan sama aja banyak, jatuhnya mahal juga. Produk yang saya jual mungkin harganya selisih berberapa tapi bisa dipakai jangka waktu yang lama, awet dan gak perlu sering-sering beli lagi karena penurunan kualitas", jelas owner Fiori Store Madiun ini dengan antusias.
Anik menawarkan beberapa kategori underwear yang sesuai dengan kebutuhan berbagai kelompok umur dan proporsi tubuh, seperti teen, excellent, mama style, dan sport. Bahkan, ia juga menyediakan pilihan khusus untuk pria. Anik mengatakan bahwa prinsip kepeduliannya terhadap kesehatan penggunanya mendorongnya untuk terus mengedukasi melalui produk-produknya. Dengan membuka toko di ruko Stadion Wilis, Kota Madiun, Anik tidak hanya menjual produk tapi mengedukasi customernya tentang banyak hal seputar underware.
“80-90 % perempuan salah memilih dan menggunakan pakaian dalam. Memang pakai tapi asal pakai. Sehingga ketika kita memakai baju, bajunya bagus tapi kalau memakai underware yang gak pas, kelihatan gak bagus lagi. Dan kadang ada kan ya kalau pakai underware kok punggung jadi sakit, leher kaku, migrain, itu bisa jadi salah dalam menggunakan underware yang berdampak memberikan beban pada tubuh", lanjutnya.
Untuk memulai bisnis underwear, Anik menyatakan bahwa modal yang diperlukan relatif terjangkau, mulai dari Rp 50 ribu hingga ratusan ribu. Dengan menjadi reseller, cukup dengan modal foto produk dan pemahaman yang baik tentang produk, seseorang dapat meyakinkan calon pembeli.
“Bahkan nol rupiah pun bisa. Cukup beli untuk dipakai sendiri saja, rasakan dulu kualitas, kenyamanan dan manfaatnya. Lalu ceritakan itu ke teman dan orang lain, mereka akan percaya dan akan ikut memakai”, pungkas Anik.
Dengan dedikasinya dalam menghadirkan solusi underwear yang tidak hanya nyaman namun juga mendukung kesehatan, Anik terus membuktikan bahwa bisnis yang fokus pada nilai dan kualitas dapat bertahan lama di pasar yang kompetitif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....