Potensi dan Cuan, Upaya Merawat Kopi Otentik Warisan Belanda di Lereng Lawu Magetan

  • 30 Sep 2026 02:25 WIB
  •  Madiun
Video

RRI.CO.ID, Magetan - Tanaman kopi dari era kolonial Belanda masih bertahan di lereng Gunung Lawu, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Sejumlah petani hingga kini mempertahankan bibit kopi yang diperbanyak dari pohon-pohon tua berusia lebih dari 100 tahun.

Varietas Robusta, Arabika, dan Excelsa masih dibudidayakan di kawasan . Selain menjadi komoditas perkebunan, keberadaan tanaman warisan leluhur ini turut menjaga karakter kopi yang selama ini dikenal dari wilayah Poncol.

Salah satu petani yang mempertahankan tanaman kopi warisan tersebut ialah Santoso, (57), warga Desa Alastuwo. Ia mengelola sekitar 3.000 pohon kopi yang tersebar di tiga lokasi.

Sebagian besar tanaman tersebut berasal dari bibit satu pohon kopi tua yang berada di belakang rumahnya. Santoso memperbanyak tanaman itu dengan teknik stek batang sejak bertahun-tahun lalu.

IMenurut Santoso, kopi dari kawasan Gunung Tambal, Desa Alastuwo, memiliki karakter berbeda dibandingkan kopi dari daerah lain. Biji Robusta cenderung lebih kecil, tetapi memiliki rasa yang kuat.

Ia mengatakan karakter tersebut masih dipertahankan karena tanaman kopi yang diwariskan keluarganya tidak mengalami persilangan dengan jenis lain, baik secara alami maupun melalui budidaya. Dari sekitar 3.000 pohon yang dikelolanya, produksi kopi dapat mencapai satu ton dalam setiap musim panen yang kemudian dijual dalam bentuk green bean atau biji kopi

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....