Khofifah Doakan Korban KA Malioboro dan Serahkan Santunan

  • 31 Mei 2025 11:33 WIB
  •  Madiun
Video

KBRN Magetan: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan tragis yang melibatkan Kereta Api (KA) Malioboro Ekspres di perlintasan tanpa palang pintu di Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan. Insiden nahas yang terjadi pada Senin, 19 Mei 2025 tersebut merenggut empat nyawa di tempat dan menyebabkan 5orang lainnya mengalami luka-luka.

“Atas nama pribadi, pemerintah provinsi, dan seluruh masyarakat Jawa Timur, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga para korban yang meninggal mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Khofifah.

Dalam kunjungannya ke Pendopo Surya Graha, Magetan, pada Senin malam (26/5/2025), Gubernur Khofifah secara langsung menyerahkan bantuan duka cita kepada keluarga empat korban meninggal dan lima korban luka-luka. Ia didampingi oleh Bupati Magetan, Forkopimda, serta kepala OPD setempat. Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut, terlebih saat Khofifah memimpin pembacaan surat Al-Fatihah secara bersama-sama.

“Kehadiran kami bukan hanya sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga membawa semangat kepedulian dan kebersamaan dari pemerintah untuk meringankan duka yang dirasakan oleh para keluarga,” jelasnya.

Khofifah juga menyampaikan semangat kepada keluarga korban agar tetap tabah dan kuat menjalani cobaan ini. “Kepada keluarga yang ditinggalkan, saya berdoa agar diberi kekuatan dan keteguhan hati. Sementara bagi korban luka-luka, saya berharap mereka segera diberi kesembuhan dan bisa kembali beraktivitas seperti sediakala,” ujarnya penuh empati.

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menyoroti pentingnya pengamanan di seluruh perlintasan kereta api, khususnya yang masih belum dilengkapi dengan palang pintu atau petugas jaga. Menurutnya, masih banyak perlintasan sebidang di Jawa Timur yang rawan kecelakaan karena tidak dilengkapi sistem pengaman.

“Palang pintu tanpa penjaga sangat berisiko. Maka, harus ada upaya konkret dan kolaboratif antara pemerintah daerah, pusat, dan PT KAI untuk segera menginventarisasi dan menindaklanjuti titik-titik rawan ini,” tegas Khofifah.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....