Cara Menggapai Bahagia Dalam Islam

  • 24 Sep 2024 09:35 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Setiap orang pasti mengharapkan bahagia. Meski ukuran kebahagiaan setiap orang berbeda-beda. Sebagai orang muslim, bahagia yang hakiki atau sesungguhnya bisa dicapai dengan beberapa syarat, seperti apa?.

Ustaz Kusnan M.Ag mengatakan, bahagia itu perasaan yang cukup atau terpuaskan atau memiliki rasa cinta (suka). “Itu diantaranya pengertian kebahagiaan,” ujar dia saat menjadi narasumber Mutiara Pagi Pro 1 RRI Madiun pada Rabu (18/9/2024) lalu.

Kusnan mengatakan, namanya bahagia itu masing-masing orang bisa mengukur. “Ada yang mengukur bahagia dengan materi. Ada bahagia diukur dengan jabatan, penghormatan dan lainnya, itu fenomena di sekitar kita,” ujar dia.

Namun, jelas Kusnan, yang paling mendasar sebagai seorang muslim yang beriman, ukuran bahagia itu sesuai doa keseharian yang selama ini biasa dipanjatkan. “Yaitu kita bahagia di dunia dan bahagia di akhirat, ada kesimbangan itu,” ujar dia.

Kebahagiaan itu, jelas Kusnan, tidak lepas menjadi hamba yang baik dan bermanfaat sesuai kehendak dengan Allah SWT. Beberapa syarat untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki itu diantaranya;

1. Dengan Cara Beriman

“Jadi tidak mungkin kita akan bahagia yang sesungguhnya tanpa ada iman dalam diri kita. Ini prasyarat utama bagi kita untuk meraih kebahagiaan,” ujar Kusnan. Dengan beriman kepada Allah sebagai dzat yang menciptakan, seorang hamba akan bersyukur.

“Akan muncul perasaan ya Allah, saya engkau ciptakan menjadi manusia, yang bisa melihat ciptaanmu yang indah dan seterusnya,” ujar dia. Dengan begitu kualitas iman seorang hamba akan meningkat.

“Karena kita makhluk yang percaya Allah lah yang menciptakan segalanya, juga memberikan segalanya di dunia ini dan seisinya ini,” kata dia. Disamping itu, ujar Kusnan, pengabdian, ibadah sudah secara otomatis akan dilakukan.

2. Berharap Rahmat Allah

“Kita berharap rahmat Allah ini, disebutkan ada beberapa ulama yang mengatakan dalam hal ini, kita mengharapkan perjumpaan dengan Allah, merasa kita tanpa rahmat Allah kita tidak bisa apa-apa. Tidak bisa mendapatkan kebahgaiaan,” ujar Kusnan.

Dia mencontohkan, jika seorang hamba merasa tidak ada campur tangan Allah, maka tidak bisa merasa enaknya menghidup udara segar, makan makanan yang diciptakan oleh Allah dan lain sebagainya.

“Ini penghantar kita untuk bahagia. Kasih sayang Allah tidak hanya di dunia namun juga di akhirat. Orang bahagia itu, yang berharap rahmat Allah baik di dunia maupun di akhirat nanti,” ucap Kusnan.

3. Memperbanyak Dzikir

“Kita banyak ingat pada Allah jika ingin bahagia yang seseungguhnya. Dengan berdzikir setiap saat dan waktu,” ucap dia. Dengan mengingat Allah, akan mengantarkan ketenangan dan kebahagiaan bagi seorang hamba.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....