Diantara sebab putusnya Hubungan keluarga

  • 31 Agt 2024 10:05 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Diantara penyebab putusnya hubungan keluarga, dimana secara garis besar ada dua yaitu keluarga dekat dan keluarga jauh. Keluarga dekat adalah rumah tangga dan keluarga jauh adalah kerabat, yang mana semua itu bisa putus.

“Putusnya hubungan keluarga itu sendiri bisa putas salah satu penyebab utamanya retak atau putusnya hubungan keluarga jauh yakni dari diri kita masing-masing. Sementara penyebab utama dari putusnya hubungan keluarga dekat/rumah tangga diantaranya adalah faktor ekonomi dan keuangan”, demikian disampaikan Ustadz H, Pujianto, M.H.I, dalam tausiyah saat mengisi acara Mutiara Pagi Pro 1 RRI Madiun (31/8/2024)

Ustadz H.Puji sapaan Akrab Pujianto, mengatakan, bila seseorang terlalu berat mencintai perkara dunia mau berkunjung kepada kerabat saja rasanya berat dengan mempertimbangkan berbagai hal baik dari segi biaya, tenaga dan lainnya. Hal tersebut sangat disayangkan karena hal ini menunjukkan seorang yang kurang bersyukur atas nikmat Allah SWT. Sementara itu tak menyadari bahwa rejeki itu bukan hanya uang semata, tetapi kesehatanlah yang utama, anak sholeh, dan terhindarnya dari berbagai masalah kehidupan .

Dikatakan, penyebab lain putusnya hubungan keluarga yakni ego masing-masing dari anggota keluarga. Namun bila saling memahami dan mengerti satu sama lain maka ego tersebut dapat dikalahkan demi keutuhan keluarga. Tidak ada lagi perceraian ataupun pertengkaran yang pada akhirnya akan senantiasa terpacailah sebagai keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah.

“Bila setiap individu masih memegang ke-ego-annya sendiri-sendiri pasti kebersamaan itu tak akan pernah terwujud, terlebih bila selalu merasa tua dalam keluarga yang minta harus didahulukan dalam segala hal, dihormati dan dipatuhi ide dan pendapatnya, tak ayal hanya pertengkaran dan perselisihan yang terjadi”, ujar ustadz Puji.

Untuk itu Ustadz Pujianto mengajak kepada kita semua untuk senantiasa untuk saling menjaga apapun, mengutamakan husnudzon yang berarti “berbaik sangka” atau “berprasangka baik”, sehingga masalah apapun yang dihadapi akan terselesaikan atau mendapat solusi terbaik hingga keluarga tetap utuh.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....