Ambisius Boleh, Asal Tak Berlebihan

  • 24 Agt 2024 23:57 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Memiliki keinginan yang kuat mempengaruhi cara seseorang untuk mewujudkannya. Orang yang memikili keinginan kuat biasanya memiliki tujuan besar untuk diwujudkan. Hal itu yang disampaikan Andy Cahyadi, M.Psi. (psikolog) saat acara obrolan Jaga Malam PRO 2 RRI Madiun. Menjadi ambisius, menurutnya, juga dibutuhkan dalam mencapai tujuan atau target. Namun jika terlalu ambisius akan berdampak tidak baik.

“Segala sesuatu yang terlalu atau over, berlebihan, pasti dampaknya tidak baik. Hal yang terlalu itu biasanya ada hal kurang baik di dalamnya. Termasuk ambisi”, katanya.

Andy tidak memungkiri bahwa sikap ambisius sering dikonotasikan negative, karena orang cenderung akan melakukan segala cara untuk menyalurkan ambisinya dalam mewujudkan tujuan atau keinginannya. Dia menjelasakan bahwa hal tersebut merupakan salah satu kekurangan sikap ambisius. Selain menghalalkan berbagai cara, sikap ambisius juga kerap membuat seseorang terburu-buru dan tidak fokus dalam mengambil keputusan, terkesan arogan hingga tidak memperdulikan sekitar karena terlalu fokus pada tujuan.

Di sisi lain, lanjut Andy, seseorang yang ambisius biasanya memiliki mimpi atau cita-cita yang besar, yang membuatnya memiliki energy besar untuk mewujudkannya. Selain itu, seseorang yang ambisius memiliki motivasi untuk terus mengembangkan diri. Keinginan untuk mewujudkan tujuannya, akan membuatnya melalui banyak rintangan yang membentuknya menjadi sosok yang tidak mudah menyerah.

Andy menjelaskan, bahwa seseorang yang memiliki ambisi akan membantunya mewujudkan tujuan yang ingin di raih. Namun agar ambisi tersebut tidak berlebihan dan menjadi negative, kita perlu mengendalikannya.

“Sebenarnya kita lah yang pegang kendali, bukan emosi dan pikiran yang mengendalikan kita. Tapi kita yang mengendalikan itu. Ambisi itu kan perwujudan emosi, ada keinginan yang kuat sehingga muncullah sebuah ambisi. Untuk mengendalikannya, maka kita harus berfikir waras. Untuk mencapai tujuan, kita harus punya atau pegang prinsip-prinsip. Misal saya punya tujuan, untuk mencapainya saya harus lakukan dengan cara-cara yang baik, tanpa harus menyingkirkan orang lain, misalnya. Nah ini kan sebuah prinsip yang harus kita pegang. Ketika saya berangkat untuk mencapai sesuatu maka saya gak mau merugikan orang lain. Ini adalah salah satunya (prinsip). Ketika kita mewujudkan tujuan kita dengan cara main yang benar, memegang prinsip yang baik, maka kita akan meraihnya dengan kehormatan”, ujar Andy.

Andy menambahkan, dalam mewujudkan ambisi, seseorang juga perlu mempertimbangkan kesejahteraan diri dan orang-orang disekitar. Artinya, jangan sampai karena kita memiliki ambisi, tetapi kesejahteraan psikologis akan terampak.

“Misalnya karena saya berambisi nih terus saya kerja aja gak memperhatikan waktu istirahat. Tidak memperhatikan hal-hal yang membuat tekanan pada diri kita. Artinya kan kita sendiri yang sengsara. Itu (dampak) untuk diri kita. Belum lagi akan berdampak pada keluarga, kurangnya waktu dan perhatian pada mereka. Itu kan gak baik juga”, pungkasnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....