Cara Mengetahui Masa Kedaluwarsa Madu

  • 16 Jul 2024 11:30 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Bagi yang suka mengonsumsi madu, ada baiknya mengetahui ciri-ciri madu yang sudah kedaluwarsa atau tidak layak lagi diminum. Sebab, beberapa madu yang dibeli di pasaran kadang tidak tercantum batas waktu kedaluwarsanya.

Peternak lebah dan pengusaha madu Isak Taufik Ismail mengatakan, untuk madu lebih tepatnya kelayakan untuk diminum daripada menggunakan kedaluwarsa. “Itu tergantung dari kadar airnya (dalam madu),” kata dia saat menjadi narasumber Mozaik Indonesia Pro 1 RRI Madiun pada Senin (8/7/2024).

Isak menjelaskan, semakin tinggi kadar air dalam madu maka waktu kelayakan konsumsi semakin pendek. “Seperti kami pernah panen madu randu yang encer sekali, kami cek pakai alat kadar airnya 28-29 persen, madu itu tidak bertahan setahun. Jadi madu sudah mengalami fermentasi, muncul bau kecut dan itu sebenarnya sudah tidak layak untuk diminum,” ucapnya.

Sebaliknya, jika madu kadar airnya rendah maka masa kelayakan konsumsinya akan semakin lama. “Seperti madu rambutan yang kami dapat, itu kental dan kami cek pakai alat kadar airnya 19 persen, itu sudah bagus. Untuk kadar air 19 mendekati 20 persen itu, madu bisa bertahan sampai 4 tahun hingga 5 tahun, itu masih layak (konsumsi),” ujarnya.

Isak menjelaskan, dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk kandungan kadar air dalam madu itu maksimal 22 persen. Sementara untuk penyimpanan, dia menyarankan tidak di taruh kulkas. “Beberapa dari kita memang suka menyimpan madu di kulkas. Padahal sebetulnya cukup saja di taruh di suhu ruangan,” kata dia.

Menurut Isak, madu memiliki kadar air dan glukosa (gula). “Kadang madu yang di kulkas itu mengkristal. Padahal itu juga madu asli (murni). Namun, karena ada kadar air dan glukosanya, apalagi disimpan di kulkas dalam waktu lama jadi mengkristal. Namun, madu itu juga masih baik dikonsumsi,” ujar dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....