“Para Penjilat” dari Toga Nainggolan Membawa Nany Juara 1 Monolog

  • 28 Jun 2024 11:21 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Nany Rohmatin, siswa SMK Cendekia Madiun berhasil meraih juara 1 Monolog Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMK Kota Madiun tahun 2024. Remaja yang sebenarnya pemalu ini berhasil mencuri perhatian juri dengan penampilan monolog membawakan karya Toga Nainggolan berjudul "Para Penjilat".

Dalam penampilannya, Nany mampu menggambarkan karakter-karakter dalam cerita yang dia anggap memiliki relevansi dengan kehidupan sehari-hari. Monolog tersebut mengisahkan tentang perilaku para penjilat di sekitar kita, yang sering kali merayu dan mencari kesempatan untuk kepentingan pribadi.

“Dalam cerita itu sangat riil, dalam kehidupan nyata pasti ada. Menceritakan tentang seorang anak yang kesepian dan kurang perhatian dari orang tuanya. Dia itu pengen merasakan keluarga yang cemara dan hangat. Bahkan dia mau merasakan keluarga yang walau miskin tapi bahagia (penuh kehangatan). Tapi menurutnya semua sama saja, memiliki sisi negatif. Yang kaya egois, yang miskin pemeras”, jelas Nany.

Kemenangan Ahmad tidaklah mudah, mengingat sifatnya yang pemalu. Namun, dengan dukungan dari teman-temannya dan bimbingan dari guru, Nany berhasil mengatasi rasa gugupnya dan semua tantangannya. Ditambah dengan kemampuan menghafal dan memori yang sangat baik, Nany mampu menguasai dua lembar naskah monolog dalam waktu dua hari.

"Dari intonasi dan feel (penghayatan) mungkin itu yang bikin menang. Dan harus hafal detail naskahnya untuk bisa paham itu tentang apa dan bagaimana membawakannya," ungkap Nany saat obrolan Sore Ceria PRO 2 RRI Madiun.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Cendekia, Anna Estu W, M.Pd., mengungkapkan sistem partner dan tutor sebaya menjadi budaya untuk meningkatkan potensi siswa SMK Cendekia.

"Kami tidak banyak membimbing. Kami melihat karakter anak-anak termasuk Nany ini sangat kuat, kami mengamati seperti apa karakter dan potensinya. Dia sangat mudah sekali dalam menghafal dan menginterpretasi cerita. Selanjutnya kami gunakan sistem teman sebaya untuk menjalani prosesnya agar dia nyaman, tidak grogi, tidak merasa canggung di depan kamera dan merasa diawasi guru-guru. Jadi dia bisa tetap fokus menginterpretasikan cerita (monolog) itu. dengan totalitas," ujar Anna.

Nany (kiri) dan Anna (kanan) membahas prestasi monolog FLS2N tingkat SMK Kota Madiun di acara Sore Ceria PRO 2 RRI Madiun (Foto: Yuniar)

Kerja sama antara Nany sang pemeran utama monolog dan teman-temannya di C-Mative (Ekstrakurikuler Fotografi dan Vidiografi) dalam proses pengambilan video, menghasilkan produk berkualitas yang berhasil menjadi juara di FLS2N. Sebagai juara 1 tingkat SMK Kota Madiun, Nany berlanjut mengikuti seleksi tingkat provinsi. Dengan keoptimisan mampu melaju terus, bahkan ke tingkat Nasional, Nany sudah menyiapkan karyanya sendiri untuk ditampilkan.

“Nany harus belajar untuk menulis karyanya sendiri, karena dengan menulis karya sendiri otomatis dia akan punya karya yang bagus untuk dia tampilkan. Kalau di Jawa Timur biasanya juara 1 dan 2 yang nanti akan mewakili di tingkat Nasional. Dan di tingkat Nasional harus membuat karya sendiri. Optimis, tetap bersiap untuk menjadi pemenang apa pun hasilnya nanti”, pungkas Anna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....