Hadapi Persaingan, Cyra Hijab Beralih dari Reseller ke Produksi Sendiri
- 05 Okt 2026 09:14 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun — Persaingan bisnis hijab yang semakin ramai sempat membuat Salma Nur Rahmawati merasa jenuh menjalankan Cyra Hijab. Kondisi tersebut justru mendorongnya melakukan inovasi dengan mulai memproduksi hijab sendiri melalui jasa maklon.
Salma mengatakan, setelah sekitar dua tahun menjalankan usaha, ia sempat berada pada titik ingin berhenti. Banyaknya penjual hijab membuat persaingan semakin ketat, terutama pada produk yang modelnya sudah umum di pasaran.
“Sempat ada dinamika yang kayak bosan, terus sekarang banyak orang yang jualan juga. Saya berusaha membuat produk baru,” kata Salma dalam program Obrolan Muda Kreatif Pro 2 RRI Madiun.
Jika sebelumnya ia hanya berperan sebagai reseller, Salma kemudian mencoba membuat produk dengan model yang berbeda. Ia melihat produk segiempat dan hijab motif sudah banyak ditawarkan oleh pelaku usaha lain sehingga diperlukan pembeda.
Salah satu upayanya adalah memproduksi model hijab yang menurutnya masih jarang ditemukan di pasaran. Untuk merealisasikan ide tersebut, ia mencari mitra maklon secara mandiri.
Menurut Salma, pemilihan mitra maklon perlu dilakukan secara hati-hati. Ia mengutamakan tempat yang lokasinya memungkinkan untuk disurvei secara langsung agar dapat memastikan keberadaan dan kualitas produksinya.
Upaya inovasi tersebut juga dilakukan untuk menghadapi persaingan harga. Salma mengaku tidak memilih strategi banting harga karena selisih harga yang sangat tipis sudah dapat memengaruhi pilihan konsumen. Sebagai gantinya, Cyra Hijab mencoba menambah variasi produk agar konsumen memiliki lebih banyak pilihan.
Meski telah memiliki produk sendiri, Salma tetap menggunakan pola reseller sebagai pelengkap. Pengadaan barang disesuaikan dengan permintaan dan kemampuan anggaran konsumen.
Bagi Salma, inovasi menjadi salah satu cara agar bisnis tetap bertahan di tengah persaingan. Ia juga memilih untuk lebih mengutamakan produk yang sesuai kebutuhan konsumen dibandingkan sekadar mengejar tren.
Menurutnya, tren hijab dapat berubah dengan cepat. Karena itu, produk yang bisa digunakan untuk acara formal maupun nonformal dinilai lebih aman untuk disediakan dalam stok.
“Seleranya orang sih kalau polos kan netral jadi bisa dipakai buat apa acara formal nonformal gitu,” tandasSalma.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....