Karya Ilmiah Latih Kemampuan Menulis hingga Public Speaking Pelajar

  • 03 Okt 2026 13:06 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Mengikuti penelitian dan kompetisi karya ilmiah tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menjadi sarana pengembangan diri bagi pelajar. Hal itu disampaikan oleh tim SMAN 1 Geger yang berhasil meraih Juara Harapan 1 kategori Laporan Ilmiah dan Videografi JKPKA Competition 2025, saat siaran obrolan sore Ceria PRO 2 RRI Madiun.

Anggota tim, Cinta Frisya Putri, mengatakan keterlibatannya dalam penelitian memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penulisan karya ilmiah. Menurutnya, pengalaman menyusun penelitian secara langsung membuatnya lebih memahami alur dan teknik penulisan yang sebelumnya hanya diketahui secara teori.

“Kalau perubahan yang saya rasakan, saya jadi lebih tahu tentang cara penulisannya. Yang awalnya cuma sekadar tahu, sekarang jadi lebih paham karena benar-benar melakukannya sendiri,” ujar Cinta.

Sementara itu, Restyana Diova Anggraini atau Resti menilai kegiatan penelitian membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan menyelesaikan masalah. Ia mengaku terbiasa melihat sebuah persoalan dari berbagai sudut pandang dan mencari solusi yang dapat diterapkan.

“Dari kegiatan ini kemampuan problem solving saya jadi lebih baik. Ketika menemukan suatu masalah, saya jadi lebih terbiasa mencari alur penyelesaian dan memikirkan solusi yang bisa dilakukan,” kata Resti.

Manfaat serupa juga dirasakan Laviola Maulida. Selain belajar menyusun laporan penelitian, ia memperoleh pengalaman berharga dalam berbicara di depan umum. Kesempatan mempresentasikan hasil penelitian pada babak final di Malang membuatnya lebih percaya diri menyampaikan gagasan kepada audiens.

“Saya belajar cara menyusun laporan, mencari dan mengkaji permasalahan, serta meningkatkan kemampuan public speaking. Saat presentasi di Malang awalnya gugup, tetapi lama-lama jadi lebih berani berbicara di depan umum,” ungkap Laviola.

Tidak hanya mengasah kemampuan individu, proses penelitian juga menuntut kerja sama tim yang kuat. Para siswa harus membagi tugas, menyusun jadwal penelitian, hingga menyelesaikan laporan dalam waktu satu hingga dua bulan. Pengalaman tersebut menjadi latihan berharga untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama.

Ridwan, guru pembimbing tim, menegaskan bahwa keberhasilan dalam penelitian tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh sikap konsisten dan ketelatenan. Menurutnya, tantangan terbesar sering kali muncul saat semangat peserta mulai menurun di tengah proses yang panjang.

“Tantangan yang paling berat biasanya menjaga konsistensi. Awalnya semangat, tetapi ketika proses berjalan lama semangat bisa menurun. Karena itu guru harus terus memberikan motivasi dan dorongan agar siswa tetap telaten dan menyelesaikan penelitian sampai tuntas,” jelas Ridwan.

Melalui kegiatan karya ilmiah, para siswa tidak hanya memperoleh prestasi, tetapi juga bekal keterampilan yang akan berguna di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kemampuan menulis, berpikir kritis, memecahkan masalah, bekerja dalam tim, serta berbicara di depan umum menjadi nilai tambah yang terbentuk dari proses penelitian yang mereka jalani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....