SMAN 1 Geger Raih Juara Harapan 1 Laporan Ilmiah dan Videografi JKPKA 2025
- 03 Okt 2026 14:25 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Tim SMAN 1 Geger berhasil meraih Juara Harapan 1 kategori Laporan Ilmiah dan Videografi dalam JKPKA Competition 2025 melalui penelitian mengenai kualitas air Sungai Ketandan, Kabupaten Madiun. Penelitian tersebut dilakukan oleh Laviola Maulida, Restyana Diova Anggraini, dan Cinta Frisya Putri dengan pendampingan guru Ridwan.
Laviola menjelaskan tema penelitian yang diberikan dalam kompetisi tersebut adalah pemantauan kualitas air sungai. Tim kemudian memilih Sungai Ketandan sebagai objek penelitian karena sungai tersebut masih banyak dimanfaatkan masyarakat dan secara kasat mata terlihat memiliki kualitas yang baik.
"Kami mengamati air sungai di daerah kami berdasarkan indikator biologi, kimia, dan fisika. Kami memilih Sungai Ketandan karena terlihat baik dan sering digunakan masyarakat, sehingga kami penasaran apakah kualitasnya benar-benar baik atau tidak," ujar Laviola.
Dalam penelitian tersebut, tim melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi sungai selama dua hingga tiga hari. Untuk indikator biologi, mereka mengidentifikasi keberadaan berbagai organisme seperti kepiting, lintah, dan cacing yang dapat menjadi penanda kualitas lingkungan perairan. Sementara itu, aspek fisika diamati melalui warna air, tingkat kekeruhan, bau, hingga kecepatan arus sungai.
Pengujian aspek kimia dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun. Sampel air yang telah diambil kemudian diuji di laboratorium untuk mengetahui kandungan mineral maupun kemungkinan adanya unsur pencemar yang terkandung di dalamnya.
Ridwan, guru pembimbing tim, mengatakan kolaborasi dengan DLH menjadi bagian penting dalam penelitian karena membantu tim memperoleh data ilmiah yang akurat. Hasil uji laboratorium tersebut kemudian dipadukan dengan hasil pengamatan lapangan untuk menyusun laporan penelitian secara komprehensif.
"Kami membawa sampel air dan berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Madiun untuk melakukan pengujian laboratorium. Dari sana dapat diketahui kandungan dalam air dan menjadi bagian dari analisis penelitian yang dilakukan siswa," kata Ridwan.
Berdasarkan hasil pengamatan dan pengujian laboratorium, tim menyimpulkan bahwa kualitas air Sungai Ketandan masih tergolong baik dan tidak ditemukan indikasi pencemaran. Temuan tersebut sekaligus membuktikan bahwa sungai yang berada di wilayah tersebut masih layak dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas masyarakat.
Restyana menuturkan penelitian ini juga menjadi pengalaman berharga bagi tim dalam menerapkan metode ilmiah secara langsung. Selain belajar melakukan observasi lapangan dan pengambilan sampel, mereka juga memahami proses penyusunan karya ilmiah mulai dari pengumpulan data hingga penarikan kesimpulan.
Melalui penelitian tersebut, para siswa berharap masyarakat semakin peduli terhadap kondisi sungai di lingkungan sekitar. Mereka juga berharap hasil penelitian dapat menjadi referensi awal bagi penelitian lanjutan mengenai kualitas perairan dan upaya menjaga kelestarian sumber daya air di Kabupaten Madiun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....