Siswa SMAN 2 Madiun Raih Juara Nasional Olimpiade Kedokteran Gigi

  • 03 Okt 2026 11:07 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMAN 2 Madiun. Tim yang terdiri dari Alvian Aryandra Ramadhan, Vernanda Aulia Pasha, dan Rain Nayaka Kusuma Rasendriya berhasil meraih Juara 3 dalam Olimpiade Kedokteran Gigi Dasar "Depa's Infection" yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) tingkat nasional tahun 2026.

Alvian menjelaskan bahwa kompetisi tersebut tidak hanya menguji pengetahuan tentang kedokteran gigi, tetapi juga materi biologi dan ilmu dasar kedokteran. Dalam tim, setiap anggota memiliki pembagian materi yang berbeda sesuai kemampuan masing-masing. Alvian bertanggung jawab pada bidang fisiologi, sementara Vernanda Aulia Pasha mendalami biomaterial yang berkaitan dengan bahan restorasi dan gigi tiruan.

Menurut Alvian, persiapan dilakukan secara intensif dengan bimbingan guru pendamping, Novi, serta dukungan alumni yang telah menempuh pendidikan di bidang kedokteran. Selain belajar mandiri, tim juga rutin berlatih melalui pembahasan soal-soal biologi dan kedokteran dari berbagai kompetisi sebelumnya serta mempelajari buku dan e-book kedokteran gigi.

"Kami itu dibimbing oleh Bu Novi sejak beberapa bulan sebelum lomba. Selain diberi soal-soal biologi dan soal dari lomba sebelumnya, kami juga diberi e-book dan buku-buku kedokteran gigi untuk dipelajari," ujar Alvian saat siaran obrolan Sore Ceria.

Perjalanan menuju podium tidaklah mudah. Tim harus melewati tahapan penyisihan, kuarter final, semifinal, final, hingga grand final. Pada babak penyisihan, mereka mengerjakan 100 soal dalam waktu 100 menit secara daring. Tantangan semakin besar ketika memasuki kuarter final karena materi yang diujikan tidak hanya berfokus pada gigi, tetapi juga semakin banyak memuat soal fisiologi dan ilmu dasar lainnya.

Alvian mengatakan strategi utama yang diterapkan tim adalah tetap tenang dan memaksimalkan diskusi kelompok dalam menjawab setiap soal. Menurutnya, kerja sama dan kemampuan saling meyakinkan antaranggota menjadi kunci dalam menghadapi kompetisi yang berlangsung ketat tersebut.

"Sebisa mungkin kalau ada lomba diikuti saja untuk mendapatkan pengalaman. Dengan pengalaman itu, kita tidak akan kaget saat menghadapi perlombaan berikutnya dan bisa terus berkembang di bidang yang kita minati," kata Alvian.

Prestasi yang diraih ketiga siswa tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin belajar, dan keberanian mencoba berbagai kompetisi dapat membuka peluang meraih prestasi di tingkat nasional. Mereka juga berharap semakin banyak pelajar yang berani mengikuti lomba sejak dini untuk mengasah kemampuan sekaligus menemukan bidang yang menjadi passion mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....