Polres Madiun Bersama Bapanas RI Cek Stok dan Harga Beras di Kabupaten Madiun
- 30 Sep 2026 19:23 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Polres Madiun bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI melaksanakan pengecekan harga, ketersediaan, keamanan dan mutu pangan, di sejumlah lokasi wilayah Kabupaten Madiun. Rabu, 30 September 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026. Pengecekan dilakukan di UD Sumber Asri Sejahtera, Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri, serta Mitra Swalayan di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.

Kegiatan melibatkan Direktur Bidang Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas RI Hamid Sangadji beserta staf, Kasatgas Pangan Polres Madiun AKP Agung Hartawan, Anggota Satgas Pangan Polres Madiun, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Madiun, Bulog Madiun, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UM Kabupaten Madiun, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Madiun.

Kapolres Madiun AKBP Ridwan Maliki melalui Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Agung Hartawan mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah pemantauan kondisi pangan, khususnya komoditas beras, sekaligus memastikan ketersediaan dan harga di tingkat produsen maupun pengecer.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memantau ketersediaan stok serta perkembangan harga beras di wilayah Kabupaten Madiun. Kami juga melakukan pengecekan secara langsung agar kondisi di lapangan dapat diketahui dan menjadi bahan evaluasi bersama,” ujarnya.
Dalam pengecekan di UD Sumber Asri Sejahtera diketahui penggilingan tersebut memiliki kapasitas penggilingan mencapai 45 ton, sedangkan kapasitas penyimpanan gabah mencapai 90 ton. Saat dilakukan pengecekan, stok gabah yang tersedia tercatat sebanyak 55 ton.
Selain itu, penggilingan tersebut juga memiliki stok beras sebanyak 50 ton. Beras yang diproduksi merupakan beras premium dengan merek Mutiara 21 dan Berlian 21 yang dipasarkan dengan harga Rp14.800 per kilogram. Produk tersebut dipasarkan melalui sejumlah jaringan distribusi, di antaranya Alfamart, Indomarco, Indogrosir, dan Samudra.
Dari hasil dialog dengan pihak pengelola penggilingan, diketahui produksi beras premium masih terus dilakukan. Namun, kenaikan harga gabah menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan oleh produsen karena berdampak terhadap biaya produksi dan penyesuaian harga jual agar tetap sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Selanjutnya, tim melakukan pengecekan di Mitra Swalayan, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan. Dalam pemeriksaan tersebut masih ditemukan stok beras SPHP sebanyak 75 kilogram yang dijual dengan harga Rp11.700 per kilogram.
Selain itu, terdapat satu kemasan beras medium merek Potro dengan berat 5 kilogram yang dijual dengan harga Rp14.500 per kilogram.
AKP Agung juga menjelaskan, bahwa pemantauan secara langsung di lapangan penting dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi stok dan perkembangan harga pangan di wilayah Kabupaten Madiun.
“Melalui kegiatan ini, kami bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan agar ketersediaan beras tetap terjaga dan perkembangan harga dapat diketahui secara berkala. Koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan di wilayah Kabupaten Madiun".
Pemantauan terhadap ketersediaan serta harga pangan di wilayah Kabupaten Madiun akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....