Gaya Hidup Individualis Marak, Pentingnya Bangun Kembali ‘Sedekah Sosial’

  • 30 Sep 2026 08:42 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Gaya hidup individualis bahan kecenderungan cuek, di tengah kehidupan masyarakat modern saat ini tentu menjadi sesuatu hal yang perlu diperhatikan. Kebiasaan saling tidak mengenal antar tetangga, khususnya di daerah perkotaan dan kawasan perumahan, dinilai dapat mengikis kepedulian sosial yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Menanggapi tantangan tersebut, Ustaz Dr. H. Moh Miftachul Choiri, S.Ag., M.A., dalam program Mutiara Pagi di RRI Madiun, menekankan pentingnya menghidupkan kembali budaya "sedekah sosial".

Lebih lanjut, Ustaz Coi menjelaskan bahwa sedekah sosial yang dimaksud tidak hanya terbatas untuk berbagi dalam hal uang atau materi saja.

“Janganlah kita ini meremehkan sebuah kebaikan walaupun hanya sekedar bertemu dengan saudara kita terus menampakkan wajah kita yang berseri-seri. Keramahan kita ini pun bisa menjadi sedekah sosial,” ucap Ustaz Coi.

“Kalau kita mau sedekah tidak usah menunggu kaya, jadi kalau kemudian kita ingin berbuat baik, tidak perlu juga menunggu menjadi orang terkenal begitu ya. Tetapi bagaimana kita berbuat sesuatu yang kemudian efeknya atau dampaknya itu bisa dirasakan bagi orang lain juga,” jelasnya lebih lanjut.

Ia mencontohkan aksi nyata seperti gerakan jumat bersih, gotong royong, hingga pengumpulan donasi sukarela secara rutin. Menurutnya, iuran kecil bernilai Rp2.000 per hari yang dikumpulkan secara konsisten oleh warga akan terkumpul menjadi jumlah yang sangat besar dalam setahun dan mampu membantu fasilitas bersama atau warga yang membutuhkan.

Dalam sesi interaktif, beberapa pendengar turut menyampaikan persoalan riil di lapangan, seperti pertanyaan dari Ahmad di Jember mengenai keraguan berbuat baik ketika melihat orang jahat justru tampak hidup lebih mudah.

Menanggapi hal tersebut, Ustaz Coi menegaskan bahwa ukuran keberkahan hidup tidak semata-mata dilihat dari materi, melainkan ketenangan hati dan kemuliaan di sisi Allah.

Pertanyaan lain datang dari Bu Ira di Sidoarjo mengenai bagaimana lingkungan dapat membentuk karakter manusia. Ustaz Coi menjelaskan bahwa interaksi sosial yang diisi dengan norma-norma kejujuran dan saling tolong-menolong akan mempererat tali silaturahmi antar manusia.

Lebih lanjut, ustaz Coi juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai berbagi kepada generasi muda sejak dini. Ia mengisahkan keteladanan seorang ibu di desa yang selalu memasak lebih untuk dibagikan kepada para petani yang pulang dari sawah, dengan harapan amalan tersebut menjadi penolong dan pelindung bagi anak-cucunya di masa depan.

Implementasi tindakan sederhana yang berkelanjutan dan berdampak bagi sesama dalam kehidupan sehari-hari, tentu perlu ditanamkan sejak dini. Sebagai umat Islam, kita tidak boleh ragu memulai aksi kebaikan dari rumah dan lingkungan terdekat.

“Konsistensi dalam menjalankan aksi-aksi kecil ini diyakini menjadi modal utama dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan.” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....