Bukan Sekadar Jahit, Tantangan Little Crown Kini Menembus FYP

  • 21 Sep 2026 15:33 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Tantangan bisnis fashion di era digital tidak lagi sebatas menjaga kualitas produk. Bagi Tiyas, pemilik Little Crown, tantangan terbesar saat ini adalah membuat konten produknya mampu menjangkau calon konsumen secara organik di media sosial.

Little Crown merupakan brand fashion yang memproduksi pakaian couple ibu dan anak perempuan. Bisnis tersebut telah berjalan sejak 2020 dan kini memiliki sekitar 60–70 pekerja.

Menurut Tiyas, strategi pemasaran mengalami perubahan besar dibandingkan saat ia pertama kali memulai usaha. Jika pada awal bisnis foto produk menjadi salah satu hal utama, kini pelaku usaha harus memahami karakter konten yang dapat menarik perhatian pengguna media sosial.

“Kalau saat ini tantangan paling besarnya bagaimana cara kita lewat di FYP orang,” kata Tiyas.

Untuk menghadapinya, Little Crown membentuk tim konten yang terdiri dari tiga orang. Tim tersebut menangani sejumlah platform digital sekaligus kebutuhan foto katalog.

Konten yang dinilai efektif untuk mendukung penjualan antara lain menampilkan ibu dan anak mengenakan pakaian yang sama dalam situasi sehari-hari, seperti saat berjalan-jalan atau berada di kafe. Selain konten internal, Little Crown juga memanfaatkan strategi endorsement dan affiliate marketing.

Tiyas mengatakan pemasaran digital harus terus mengikuti perubahan perilaku konsumen. Menurutnya, konten, katalog, produk hingga strategi endorsement perlu dikembangkan secara bersamaan. Ia juga memanfaatkan teknologi AI sebagai salah satu sarana untuk mencari ide dan memahami perkembangan tren konten digital.

Bagi Tiyas, kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dalam mempertahankan bisnis di tengah perubahan aturan marketplace dan persaingan fashion online yang semakin ketat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....