Little Crown, Dari Satu Mesin Jahit hingga Mempekerjakan 70 Orang
- 21 Sep 2026 15:12 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Bermula dari satu mesin jahit di rumah, bisnis fashion Little Crown milik Tiyas kini berkembang hingga memiliki sekitar 60–70 tenaga kerja. Perkembangan tersebut berlangsung secara bertahap sejak Little Crown mulai dirintis pada 2020. Saat itu, Tiyas belajar menjahit dari nol setelah bisnis bimbingan belajar yang dijalankannya terdampak pandemi Covid-19.
Tiyas tidak langsung merekrut banyak pekerja. Tenaga kerja ditambah sedikit demi sedikit mengikuti perkembangan permintaan produk.
“Dulu tetangga pertama satu orang. Terus tambah lagi. Kalau pasang di Facebook waktu itu, dapat dua orang. Tapi bertahap banget,” tutur Tiyas saat siaran obrolan Muda Kreatif PRO 2 RRI Madiun.
Dalam dua tahun pertama, jumlah pekerjanya disebut baru sekitar 20–25 orang. Seiring meningkatnya penjualan, jumlah tersebut terus bertambah hingga mencapai sekitar 60–70 orang.
Little Crown kini beroperasi dari sebuah warehouse di kawasan Jalan Swadaya, Jiwan, Kabupaten Madiun. Selain tenaga produksi, bisnis tersebut juga memiliki tim khusus yang menangani konten digital.
Tiyas menyebut terdapat tiga orang yang menangani kebutuhan konten, mulai dari Instagram, TikTok hingga foto katalog. Tim tersebut bekerja secara kolaboratif menyesuaikan kebutuhan produk.
Menurut Tiyas, pertumbuhan usaha tidak harus dilakukan secara instan. Ia memilih mengembangkan bisnis berdasarkan kemampuan produksi dan permintaan pasar.
“Jadi saya nambah orangnya sedikit-sedikit,” katanya.
Bagi Tiyas, pertumbuhan Little Crown saat ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi. Ia berharap perkembangan bisnis dapat turut meningkatkan kesejahteraan para pekerjanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....