Tak Hanya Lokal, SMK PGRI 1 Mejayan Siapkan Lulusan Bekerja ke Jepang dan Australia
- 18 Sep 2026 17:54 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Mejayan - Peluang kerja bagi lulusan SMK tidak hanya diarahkan ke pasar kerja dalam negeri. SMK Ponpes Internasional Milenial Model PGRI 1 Mejayan juga mempersiapkan peserta didiknya untuk memasuki pasar kerja internasional.
Kepala sekolah Drs. Sampun Hadam, M.M., mengatakan sekolah telah menjalankan program penyiapan tenaga kerja ke Jepang dan saat ini mengembangkan program menuju Australia.
Menurut Sampun, persiapan bekerja di luar negeri tidak cukup hanya dengan keterampilan teknis.
Siswa juga perlu memiliki kemampuan komunikasi, karakter dan kemampuan bahasa sesuai standar negara tujuan.
“Selain mental kita harus mempunyai kemampuan komunikasi,” ujarnya.
Untuk siswa yang diarahkan bekerja ke Jepang, misalnya, sekolah memberikan pembelajaran bahasa Jepang dengan target kemampuan yang disesuaikan dengan persyaratan kerja. Ia menyebut sebagian siswa telah memiliki kemampuan bahasa Jepang level N4 dan terdapat pula siswa yang telah memiliki sertifikasi tertentu untuk jalur kerja ke Jepang.
“Kalau Jepang itu harus N4 karena N4 itu syarat untuk dia bisa bekerja di Jepang,” kata Sampun.
Program tersebut telah berjalan selama beberapa tahun. Menurut Sampun, pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membuka akses kerja yang lebih luas bagi lulusan.
Selain Jepang, sekolah tengah mengembangkan persiapan menuju Australia. Sampun menyebut pembelajaran bahasa asing diarahkan pada target yang jelas dan tidak hanya sebatas kemampuan komunikasi sehari-hari.
Ia menilai kemampuan bahasa perlu dibuktikan dengan standar atau sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan negara tujuan.
“Untuk setiap bahasa yang dipelajari itu memang harus standar sesuai dengan bahasa tersebut,” jelasnya.
Persiapan menuju pasar kerja internasional juga berkaitan dengan pembentukan karakter yang dilakukan sejak siswa berada di sekolah. Mulai dari kedisiplinan, etos kerja, kemampuan berkomunikasi hingga keterampilan teknis dibangun secara bertahap.
Sampun mengatakan sekolah ingin membiasakan siswa melihat peluang secara lebih luas. Menurutnya, keterbatasan lapangan kerja di dalam negeri menjadi salah satu alasan pentingnya membuka wawasan siswa terhadap peluang internasional.
“Kita harus berani membuat lompatan-lompatan untuk anak bangsa,” katanya.
Dengan pendekatan tersebut, pendidikan di SMK tidak hanya diarahkan untuk mempersiapkan siswa bekerja di lingkungan lokal, tetapi juga memberikan pilihan bagi mereka yang ingin mengembangkan karier di luar negeri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....