SMK PGRI 1 Mejayan Terapkan Konsep Belajar seperti Bekerja
- 18 Sep 2026 14:07 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Mejayan - Pendidikan di sekolah menengah kejuruan (SMK) tidak cukup hanya membekali siswa dengan teori. Keterampilan, pengalaman praktik, hingga pembiasaan menghadapi situasi kerja menjadi bagian penting agar lulusan benar-benar siap memasuki dunia kerja.
Konsep tersebut diterapkan SMK Ponpes Internasional Milenial Model PGRI 1 Mejayan. Kepala sekolah Drs. Sampun Hadam, M.M., mengatakan proses pembelajaran di sekolahnya dirancang sedekat mungkin dengan kondisi dunia kerja.
Menurut Sampun, siswa tidak hanya belajar berdasarkan jadwal pembelajaran di ruang kelas. Mereka juga dibiasakan mengikuti kebutuhan aktivitas di lapangan.
Ia mencontohkan siswa yang belajar memberikan pelayanan di kolam renang. Ketika terdapat pelanggan yang sudah memiliki jadwal latihan pada pagi hari, siswa harus sudah berada di lokasi sebelum pelayanan dimulai.
“Ketika kita melayani konsumen itu adalah pendidikan yang luar biasa,” kata Sampun saat siaran obrolan Jaga Malam PRO 2 RRI Madiun, kemarin.
Menurutnya, kebiasaan tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter industri. Siswa belajar memahami pentingnya ketepatan waktu, tanggung jawab, pelayanan dan produktivitas.
Sampun menilai pembelajaran keterampilan tidak dapat digantikan hanya dengan teori.
“Teori itu bisa dibaca lewat buku, bisa ditanyakan Mbah Google atau sekarang lewat AI. Tetapi yang tidak bisa adalah latihan. Latihan mengasah keterampilan,” ujarnya.
Karena itu, sekolah berupaya menempatkan kegiatan praktik sebagai bagian utama dari proses pendidikan. Bahkan, teori yang berkaitan dengan kompetensi tertentu diberikan bersamaan dengan praktik.
Sampun mengatakan pendekatan tersebut juga disesuaikan dengan karakter peserta didik. Siswa SMK dinilai memiliki potensi yang beragam, termasuk pada aspek keterampilan atau psikomotorik.
“Anak yang mempunyai kelebihan di bidang keterampilan dipaksa untuk teori tentunya akan menjadi beban bukan hal yang menyenangkan,” jelasnya.
Selain keterampilan teknis, siswa juga dibekali kemampuan komunikasi, marketing, negosiasi dan etos kerja. Seluruh kemampuan tersebut diarahkan sebagai bagian dari totality of skill atau kecakapan secara menyeluruh.
Bagi Sampun, tujuan pendidikan SMK bukan sekadar membuat siswa mendapatkan ijazah. Sekolah harus mengantarkan peserta didik memiliki kecakapan yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan setelah lulus.
“Sekolah itu mengantarkan anak untuk tahap-tahap kehidupan yang selanjutnya, bukan sekadar membekali ilmu,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....