Sarasehan Harmonisasi TP PKK Desa dan Kader Posyandu
- 11 Sep 2026 22:41 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Sarasehan harmonisasi Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa dan Kader Posyandu merupakan forum pertemuan yang bertujuan untuk memperkuat sinergi, penyelarasan program dan kolaborasi antara pengurus PKK tingkat desa dengan para kader kesehatan di Posyandu.
Kegiatan yang bertempat di Saradan ini, menjadi ajang penting untuk memperkuat koordinasi dan membangun keselarasan program antara TP-PKK dan Posyandu, terutama dalam bidang kesehatan keluarga, pendidikan, serta penanganan stunting di daerah. Jumat, 11 September 2026.

Kedua lembaga ini merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat desa, terutama dalam program kesehatan ibu dan anak, penurunan stunting, serta kesejahteraan keluarga.

Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi menekankan, bahwa keberhasilan program pemerintah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat pusat, tetapi juga pada peran aktif kader dan masyarakat di daerah.

Karena itu, ia mendorong agar Posyandu dapat segera bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat sesuai dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas) dan bidang sosial.

"Sinergitas ini merupakan momentum berharga untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor", ujarnya.

Wabup juga menjelaskan, ada beberapa sasaran Integrasi Pelayanan Posyandu ILP, salah satunya ibu hamil, termasuk ibu nifas dan menyusui. Selain itu, bayi dan anak pra sekolah (0-6 tahun), Usia sekolah dan remaja (>6-18), Usia dewasa (>18-59 tahun), serta Lansia (≥60 tahun).

"Untuk ibu hamil ini, supaya memperhatikan asupan gizi untuk calon bayinya. Penuhi asupan vitamin dan mineral penting seperti asam folat, kalsium, dan zat besi".

Diketahui, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang ditandai dengan tinggi badan anak berada di bawah standar kurva pertumbuhan. Dengan dampak terganggunya perkembangan otak, sistem kekebalan tubuh yang lemah dan keterlambatan perkembangan motorik.

Wabup juga berharap, kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran Posyandu dan TP-PKK dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....