Jangan Menunda Amal Kebaikan, Manfaatkan Waktu sebelum Kesempatan Hilang

  • 09 Sep 2026 08:07 WIB
  •  Madiun

⁠⁠⁠⁠⁠RRI.CO.ID, Madiun – Umat Islam dianjurkan untuk segera melakukan amal kebaikan dan tidak menundanya. Sebab, kesempatan untuk beribadah, bersedekah, membantu sesama, maupun berbuat baik terhadap lingkungan tidak selalu datang dalam kondisi yang sama.

Hal tersebut disampaikan Ustadz Santoso, S.Ag., M.M. Menurutnya, amal kebaikan mencakup hubungan manusia dengan Allah SWT maupun hubungan dengan sesama makhluk dan lingkungan.

“Kebaikan itu baik yang berkaitan dengan amaliah ibadah hubungan dengan Allah maupun dengan amal-amal keterkaitan dengan makhluk-makhluk Allah,” jelasnya.

Ia menambahkan, menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem kehidupan juga merupakan bagian dari amal kebaikan. Terlebih, berbagai kegiatan positif yang dilakukan bersama dapat memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

“Segala kebaikan kita sesungguhnya akan lebih besar manfaatnya apabila ada keterkaitan dengan regenerasi yang akan datang,” ujarnya.

Ustadz Santoso kemudian mengutip sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan orang yang memulai atau mewariskan suatu kebaikan. Kebaikan yang kemudian dilakukan dan dimanfaatkan oleh orang lain akan menjadi amal yang terus memberikan pahala.

Ia juga mengingatkan umat Islam agar segera beramal sebelum datang berbagai halangan, termasuk musibah atau perubahan kondisi kehidupan.

“Segeralah kalian untuk beramal sebelum datangnya musibah,” tuturnya.

Menurutnya, kehidupan manusia selalu mengalami perubahan. Tidak ada kondisi duniawi yang dapat dipastikan akan terus dimiliki selamanya. Usia bertambah, kemampuan fisik berubah, dan kesempatan yang dimiliki seseorang pun dapat berkurang.

Karena itu, seseorang hendaknya tidak menunggu menjadi tua, kaya, memiliki banyak waktu luang, atau berada dalam kondisi sempurna untuk mulai beribadah dan berbuat baik.

Ustadz Santoso menilai kebiasaan menunda justru dapat membuka peluang seseorang untuk membatalkan niat baiknya. Berbagai alasan dapat muncul ketika seseorang mengatakan akan melakukan kebaikan di kemudian hari.

“Menunda dalam kebaikan sering menghasilkan kegagalan dalam kebaikan,” tegasnya.

Ia mencontohkan seseorang yang berniat bersedekah tetapi memilih menunggu sampai memiliki banyak uang. Demikian pula orang yang ingin beribadah tetapi menunggu sampai memiliki waktu senggang.

“Mau sedekah jangan nunggu uang banyak. Mau beribadah jangan nunggu waktu senggang,” katanya.

Ustadz Santoso juga mengingatkan pentingnya melawan berbagai godaan yang dapat membuat seseorang mengurungkan niat beribadah. Menurutnya, ketika seseorang sudah memiliki niat untuk melakukan kebaikan, sebaiknya segera diwujudkan.

Al-Qur'an juga mengajarkan umat Islam untuk bersegera menuju ampunan Allah SWT dan surga yang telah disiapkan bagi orang-orang bertakwa. Karena itu, menurutnya, salah satu tanda ketakwaan adalah kesungguhan dalam menyegerakan amal ibadah.

Ia memberikan contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang berniat pergi ke masjid, jangan sampai niat tersebut tertunda hanya karena sibuk menggunakan telepon seluler atau menikmati hiburan.

“Kalau mau beribadah ya segera berangkat. Jangan menunggu-menunggu pegang HP dulu,” ujarnya.

Lebih jauh, Ustadz Santoso mengingatkan pentingnya memanfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya. Salah satunya adalah memanfaatkan masa muda sebelum datang masa tua.

Menurutnya, masa muda merupakan kesempatan penting untuk memperbanyak amal karena kemampuan fisik dan berbagai kesempatan biasanya masih lebih besar.

“Di masa mudamu sebelum masa tuamu tiba. Karena kalau sudah tua mau mulai ibadah atau beramal itu sangat berat,” jelasnya.

Selain masa muda, manusia juga diminta memanfaatkan kehidupan sebelum kematian, waktu luang sebelum kesibukan, serta kondisi berkecukupan sebelum datang kesulitan ekonomi.

“Kalau sudah mati mau beramal apa?” katanya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa waktu merupakan kesempatan yang terus berjalan dan tidak dapat diulang. Karena itu, setiap kesempatan untuk beribadah, bersedekah, membantu sesama, menjaga lingkungan, dan melakukan kebaikan hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin.

Dengan tidak menunda amal kebaikan, seseorang tidak hanya berusaha mendapatkan pahala untuk dirinya sendiri, tetapi juga berpeluang meninggalkan manfaat yang dapat diteruskan dan dirasakan oleh generasi yang akan datang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....