Gracia Melodian Harmoni, Dua Tahun Berturut-turut Juara FLS3N Cipta Lagu
- 07 Sep 2026 08:14 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Prestasi membanggakan ditorehkan Gracia Melodian Harmoni, siswa kelas XII SMAN 4 Madiun. Gracia berhasil meraih juara pertama FLS3N Cipta Lagu tingkat Kota Madiun selama dua tahun berturut-turut, pada 2025 dan 2026.
Bagi Gracia, capaian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kemampuannya tidak hanya berada di bidang tarik suara. Meski dikenal sebagai penyanyi, ia justru memilih mengikuti kategori cipta lagu karena ingin menantang kemampuan dirinya dalam menciptakan karya musik.
“Kalau nyanyi menurutku sudah banyak yang ikut. Sudah biasa,” kata Gracia saat siaran obrolan Obrolan Sore Ceria PRO 2 RRI Madiun.
Ketertarikan Gracia terhadap penciptaan lagu sebenarnya telah tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Ia mulai mencoba membuat lagu sejak kelas VIII dan terus mengembangkan kemampuannya hingga akhirnya berani mengikuti FLS3N Cipta Lagu.
Pada FLS3N 2026, Gracia harus mengolah salah satu dari tiga puisi yang disediakan penyelenggara menjadi sebuah lagu. Ia memilih puisi berjudul Ketika Dunia Berbisik Pelan. Menurut Gracia, puisi tersebut bercerita tentang seseorang yang berusaha menggapai cita-cita meskipun menghadapi berbagai kondisi dan tantangan dalam kehidupan.
“Walaupun dunia kita itu mungkin berisik, kadang buat kita capek, kadang normal-normal saja, kita tetap bisa menggapai impian kita,” ujarnya.
Dalam kompetisi tersebut, Gracia bertanggung jawab menerjemahkan puisi menjadi karya musik. Ia menentukan melodi, tempo, struktur lagu hingga aransemen. Berbeda dengan penciptaan lagu pada umumnya, Gracia tidak dapat mengubah lirik karena kata-kata dalam puisi telah ditentukan oleh penyelenggara.
Justru kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri. Gracia harus memahami terlebih dahulu makna puisi sebelum menentukan nada yang dianggap sesuai.
“Kalau kita dapat dari lirik yang sudah jadi, lebih susah karena harus benar-benar tahu apa makna dalam puisinya,” ungkapnya.
Proses penciptaan lagu dilakukan dalam waktu relatif singkat, sekitar tiga minggu sejak Gracia mengetahui pelaksanaan lomba. Ia menggunakan gitar untuk menemukan melodi dan tempo yang sesuai. Setelah itu, nada ditulis dalam not angka dan dilanjutkan dengan not balok.
Bagian penulisan notasi musik menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Gracia. Bahkan, ia mengaku baru menyelesaikan not angka lagunya pada malam sebelum perlombaan.
Menariknya, karya yang mengantarkan Gracia menjadi juara tersebut tidak direkam di studio profesional. Ia membuat rekaman menggunakan ponsel dan earphone, dengan gitar sebagai instrumen pengiring. Meski menyadari kualitas rekaman menggunakan perangkat sederhana tidak sama dengan studio, Gracia menilai orisinalitas tetap menjadi bagian penting dalam kompetisi.
Keberhasilannya mempertahankan gelar juara selama dua tahun berturut-turut juga tidak membuat Gracia merasa sudah matang sebagai pencipta lagu. Ia mengaku masih harus banyak belajar.
Di tengah maraknya penggunaan kecerdasan buatan atau AI dalam produksi musik, Gracia tetap melihat keunggulan karya yang dibuat manusia. Menurutnya, manusia memiliki keleluasaan untuk menentukan instrumen, variasi melodi dan aransemen sesuai dengan keinginan pencipta.
“Kalau manusia bisa menginstrumen itu sesuai dengan yang kita mau. Kalau AI kan biasanya kayak sama,” tuturnya.
Selain prestasi, dua kali menjadi juara FLS3N juga memberinya kesempatan memperluas jejaring. Gracia mengaku semakin dikenal dan memiliki lingkungan pertemanan serta networking yang lebih luas.
Bagi Gracia, kemenangan dua tahun berturut-turut bukan menjadi titik akhir. Setelah membuktikan kemampuan di tingkat Kota Madiun, ia masih menyimpan ambisi untuk terus mengembangkan diri sebagai penyanyi sekaligus pencipta lagu, serta membawa karya-karyanya ke ruang publik yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....