Tak Sebarkan Hoaks, Bentuk Perjuangan Anak Muda di Ruang Digital
- 22 Agt 2026 23:46 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Maraknya hoaks di media sosial menjadi tantangan bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang setiap hari menerima beragam informasi di era digital. Ketua Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan (BPK) 45 Kota Madiun, Inda Raya Ayu Miko Saputri, mendorong anak muda bijak dalam memilah dan menyebarkan informasi di ruang digital.
Inda mengakui berita hoaks tidak bisa serta-merta dihilangkan. Karena itu, anak muda dapat mengambil peran dengan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya sebagai salah satu bentuk perjuangan di ranah digital.
Menurut Inda, semakin banyak orang membaca atau membagikan ulang berita hoaks, semakin besar peluang informasi tersebut dianggap benar. Kondisi ini semakin kuat jika informasi disebarkan oleh tokoh yang memiliki banyak pengikut, seperti influencer.
“Saya rasa kita tidak bisa serta-merta untuk menghilangkan berita hoax, tapi dengan cukup dengan tidak ikut menyebarkannya saya rasa itu sudah peran penting. Karena ketika itu lebih banyak di-repost atau lebih banyak dibaca oleh orang banyak akan dianggap menjadi hal yang benar, apalagi mungkin yang menyebarkan atau yang menyebarluaskan itu orang yang mungkin dianggap berpengaruh atau penting semacam influencer. Pasti diterima oleh para pengikutnya bahwa itu adalah hal yang benar,” ujar Inda, Selasa (18/8/2026).
Untuk menghindari berita dan informasi hoaks, Inda mengimbau masyarakat untuk memilah informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya. Salah satunya dengan mengonsumsi berita dari kanal atau sumber yang terpercaya sehingga informasi yang diterima dapat dipertanggungjawabkan.
“Dari diri kita sendiri kita harus bisa memilah-milah resource mana yang sekiranya bisa kita percaya bahwa ini adalah berita benar,” katanya.
Ia menambahkan, orang tua, sekolah, dan guru juga memiliki peran dalam membantu anak muda menghadapi derasnya arus informasi di era digital.
Di sisi lain, Inda menilai pemerintah juga memiliki peran dalam menangani penyebaran hoaks. Pemerintah diharapkan dapat memperkuat penyaringan informasi agar berita hoaks tidak mudah muncul dan tersebar kepada publik.
Inda berharap masyarakat, khususnya anak muda, lebih bijak menerima dan menyebarkan informasi di platform digital. Tidak gegabah menyebarkan berita atau informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya dapat membantu mengurangi penyebaran informasi keliru di ruang digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....