Muftiati Sholikah: Kemerdekaan Hakiki Harus Dibangun di Atas Tauhid
- 22 Agt 2026 23:45 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Makna kemerdekaan dalam perspektif Islam tidak hanya berkaitan dengan terbebasnya sebuah bangsa dari penjajahan, tetapi juga kebebasan manusia dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT.
Salah satu bentuk kemerdekaan tersebut adalah menjaga kemurnian tauhid dengan hanya menyembah dan bergantung kepada Allah SWT.
Dra. Muftiati Sholikah, M.Pd., menjelaskan bahwa kemerdekaan seorang muslim harus tetap berlandaskan pada keyakinan bahwa hanya Allah SWT yang menjadi satu-satunya Tuhan dan tempat untuk beribadah.
Menurutnya, tidak boleh ada campur tangan pihak lain dalam hal ketauhidan, dalam arti seorang muslim tetap mengesakan Allah dan tidak menjadikan sesuatu selain-Nya sebagai sesembahan.
“Campur tangan pihak lain di sini artinya kita tetap mengesakan, kita tetap hanya kepada Allah, tidak ada sesembahan yang lain,” ujar Muftiati.
Ia menilai, menjaga kemurnian tauhid menjadi bagian penting dalam memaknai kemerdekaan menurut ajaran Islam.
Kebebasan yang dimiliki manusia seharusnya tidak membuat seseorang justru terikat pada keyakinan atau praktik yang bertentangan dengan prinsip tauhid.
Muftiati juga menyoroti masih adanya praktik di tengah masyarakat yang menurutnya mengarah pada kesyirikan, seperti menyembah atau meminta keselamatan kepada benda maupun makhluk yang dianggap memiliki kekuatan tertentu.
“Kalau di era sekarang masih kita jumpai orang-orang yang melakukan kesyirikan, dalam arti menyembah pohon, menyembah batu, menyembah sesuatu yang dianggap bisa memberikan keselamatan pada dirinya,” jelasnya.
Menurutnya, keyakinan bahwa benda atau sesuatu selain Allah dapat memberikan keselamatan, termasuk keselamatan dunia dan akhirat, perlu menjadi perhatian dari sisi akidah Islam.
“Bahkan mengatakan bisa selamat dunia dan akhirat. Itu mungkin salah satu bentuk aktivitas masuk kesyirikan,” katanya.
Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan memperkuat keimanan dan ketauhidan. Kemerdekaan yang sesungguhnya, dalam perspektif Islam, bukan hanya bebas dari penjajahan manusia, tetapi juga membebaskan diri dari berbagai bentuk penghambaan selain kepada Allah SWT.
Dengan demikian, peringatan kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada euforia dan kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan rasa syukur, memperkuat keimanan, serta menjalankan kehidupan sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....